FALSINDO 4 [part 2]

Untuk FALSINDO 4 ini gue berkontribusi sebagai wakil ketua panitia yang ditunjuk oleh Dayat selaku ketua panitianya. Acara mulai jam 9 pagi. Dosen gue mengatakan seluruh panitia diharuskan datang lebih pagi lagi. Dayat memutuskan untuk dateng jam 7 untuk dekorasi.

Sampe sana gue langsung ketemu Dayat dan Malika di TKP. Tapi, ruangan yang akan dipakai masih terkunci. Nanya sama petugasnya, katanya ga boleh dibuka sampai ada surat persetujuan. Semua panitia pun nggak tau menau soal gedung. Hambatan yang sangat menyebalkan. Yah, ternyata terjadi beberapa kesalahan dari pihak gedung. Jadinya, acara terhambat sampai akhirnya acara dimulai jam setengah 11.


Alhamdulillah, walaupun sempet terlambat, MC yang ditunjuk (Rista dan Aldi) mampu membawa acara menjadi lebih hangat karena jokes ringan yang diberikan. Kelompok yang tampil pertama merupakan kelompok dari kelas D, dan dilanjutkan dengan penampilan dari kelompok-kelompok lain.


Gimana kelanjutan ceritanya?

FALSINDO 4

Festival Musikalisasi Puisi Sastra Indonesia (FALSINDO) tahun ini merupakan festival yang telah diadakan yeng ke-4 kalinya. Festival ini bukan sekedar festival, melainkan sebuah bentuk ujian akhir semester mata kuliah Apresiasi Sastra di jurusan gue. Puisi yang dimusikalisasikan adalah puisi-puisi karya dosen pengampu gue. Sebanyak tiga kelas yang mengikuti festival tersebut, yakni kelas B, C, dan D, kelas dimana dosen gue yang ngajar. Banyak pelajaran yang gue dapet dari festival ini.

Jauh sebelum festival ini berlangsung, pembagian kelompok musikalisasi dibuat. Gue mendapatkan kelompok dengan anggota yang cukup solid: Dije, Kodok, Anita, Febri, Dina, Julio, Qonita, dan Heri. Pembentukan kelompok dibuat saat awal-awal masuk mata kuliah tersebut. Gue masih belom kenal anggota kelompok gue, dan belum mengenal diri gue sendiri. Gue nggak tau bakalan berada di bagian apa di kelompok musikalisasi ini. Kalo nyanyi, suara gue nggak bagus-bagus amat. Main gitar, gue bisa seadanya aja. Baca puisi, gile lu ndro, gabisa sama sekali. Baca pidato aja tampang gue tolol, gimana baca puisi? Kemudian Dije, ketua kelompok gue, memberi pekerjaan yang mungkin cocok buat gue: main jinbe. Oke, gue akan berusaha supaya bisa main jinbe.

Bisakah gue main jinbe? Baca aja lagi~


© MAGELLANICTIVITY. Design by Fearne.