16/11/2013
Kamis lalu merupakan hari dimana gue harus latihan bengsas. Hari itu bertepatan pada pementasan Teater Zat di aula S. Gue pengen bangeeet nonton mereka. Secara tadinya gue diberi kesempatan untuk ikut proses di sana. Namun dikarenakan banyak faktor yang membuat gue tidak sanggup untuk bertahan dalam proses di sana, jadinya gue nggak ikut tampil.
Iya, dulu gue ikutan Teater Zat. Tapi gue nggak sanggup ikutan dua teater komunitas. Karena dua-duanya sama-sama sibuk. Jadi terpaksa gue harus memilih salah satu komunitas saja.
Lanjut. Untuk angkatan 2013 sedang dalam proses produksi pementasan. Mulai dari manajemen produksi sampai aktor semuanya yang pegang angkatan 2013, dengan dimentor oleh angkatan 2009. Jadi, saat itu gue kepengen nonton, tapi gue harus fokus juga dalam proses produksi ini. Namun ternyata semua anak Bengsas pada mau nonton Zat. Jadinya ya setelah olah tubuh dan menunggu hujan reda, kami semua berjalan menuju aula S bareng-bareng.
Sampai sana, tak disangka banyak banget yang nonton. Tidak hanya dari jurusan sastra Indonesia, dari jurusan lain pun ada yang nonton. Aula S penuh sampai ada yang nontonnya berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.
Pak RT dan para asistennya mengunjungi rumah Eman
Gimana pertunjukkannya?
10/11/2013
Seperti yang gue katakan sebelumnya, pementasan Hantu dan Pohon Putih akan dilaksanakan di 3 tempat, yang terakhir di Galeri Indonesia Kaya (GIK). Berhasil ngelobi dosen agar kuliahnya pagi supaya bisa berangkat ke GI tepat waktu, kami pun berangkat jam 1 siang. Naik busway, tentunya. Oh betapa saya merindukan kendaraan ini. Sudah lama sekali rasanya saya tidak menikmati keramaian penumpang busway dan ekstrimnya supir busway ngedrift hahahaha.
Grand Indonesia atau GI adalah mal yang belum pernah gue jamah. Karena gue selalu merasa minder jika ingin masuk ke dalam sana. Rasanya gue gembel banget gitu. Satpamnya aja lebih keren daripada gue. Tapi karena hari itu gue ke sana bersama teman-teman gue yang juga gembel (muahahha) dan mengatasnamakan bengsas yang dikenal dengan kesederhanaannya, gue pun cuek saja berpenampilan apa adanya. Tapi tetep, gue emang keren.
07/11/2013
Finally! Gue tampil bersama teman-teman Bengsas 2013 di Pusat Studi Jepang UI! Lebih tepatnya di acara Pagelaran Sastra Integritas "Anti Maladministrasi dan Antikorupsi". Tampilin apa? Yup! Gue dan teman-teman yang lain menampilkan dramatisasi puisi yang berjudul Negeriku yang Menggigil. Pembacaan puisi dilakukan oleh sang penulis sekaligus dosen gue, bunda Helvy Tiana Rosa dan visualisasi delakukan oleh teman-teman bengsas yang lain.
Yang gue seneng adalah, gue tampil di UI! Akhirnya bisa ketemu Syifaaaaaaa yay! *peluksyifamwahmwah*
Seneng juga si Syifa bisa nonton penampilan pertama gue. Walau guenya sendiri masih kaku sih, yah setidaknya semua berjalan lancar dan penonton puas dengan pertunjukkannya. Beberapa komentar dari mereka, katanya mereka ampe merinding gitu. Alhamdulillah :)
Foto-foto nggak banyak karena guenya sendiri tampil, jadi nggak ada yang fotoin. Yang motret ada kakak kelas tapi fotonya belum di-share sampai sekarang.
Yang bikin gue kaget adalah, ternyata bintang tamunya (selain bengsas-AZEK) ada ENDAH N' RHESA!!!!!! Gila seneng banget gitu gue. Akhirnya bisa nonton langsung performing mereka. Penampilan mereka saat itu keren bangettttttttttt parah! Dan gue sangat iri karena mereka selalu kompak dalam setiap penampilannya. I selalu love Endah n' Rhesa deh pokoknya!
Lalu ada kejadian memalukan. Mungkin karena selama perjalanan gue ketawa-ketawa terus sama Junet dan Dayat. Sialan emang mereka. Apa aja yang gue omongin diketawain. Sampe si Junet nangis. Sampe tiket kereta gue hilang. Alhasil gue kena denda 50 rebu. Malu dan menyesal. Ga lagi-lagi deh T-T
02/11/2013
A very late update post. It was a month ago. Penampilan Bengkel Sastra di acara pelepasan wisudawan dan wisudawati Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Bengsas tampil dua kali. Yang pertama merupakan sebuah drama yang pernah ditampilkan di Latihan Alam 5 September lalu, yaitu drama yang berjudul Kaki-Kaki Kecil. Drama ini mencertiakan tentang seorang perempuan pelacur yang ingin mengaborsi kandungannya. Ada beberapa scene diganti agar terlihat lebih dramatis dan tidak terlalu panjang. Yang kedua adalah penampilan pembacaan puisi secara bergantian.
Saya tidak ikut bermain di dalamnya. Saya hanya menjadi bagian pendokumentasian penampilan kali ini. Sadly, pas lagi tampil batrenya abis gitu. Gue bete gitu. Karena kebanyakan dipake buat foto-foto narsis mereka. Tapi tak apa, setidaknya bisa poto-poto. Saya senang bisa kembali memotret.
I am sorry fot this very late post. I really miss blogging as usual :"
Subscribe to:
Posts (Atom)