Hantu dan Pohon Putih at Galeri Indonesia Kaya

Seperti yang gue katakan sebelumnya, pementasan Hantu dan Pohon Putih akan dilaksanakan di 3 tempat, yang terakhir di Galeri Indonesia Kaya (GIK). Berhasil ngelobi dosen agar kuliahnya pagi supaya bisa berangkat ke GI tepat waktu, kami pun berangkat jam 1 siang. Naik busway, tentunya. Oh betapa saya merindukan kendaraan ini. Sudah lama sekali rasanya saya tidak menikmati keramaian penumpang busway dan ekstrimnya supir busway ngedrift hahahaha.

Grand Indonesia atau GI adalah mal yang belum pernah gue jamah. Karena gue selalu merasa minder jika ingin masuk ke dalam sana. Rasanya gue gembel banget gitu. Satpamnya aja lebih keren daripada gue. Tapi karena hari itu gue ke sana bersama teman-teman gue yang juga gembel (muahahha) dan mengatasnamakan bengsas yang dikenal dengan kesederhanaannya, gue pun cuek saja berpenampilan apa adanya. Tapi tetep, gue emang keren.


How's the show?



Gue belum pernah masuk ke GI. Seringnya lewat doang di depan gerbangnya. Maka, gue sama sekali tidak tau menahu dimana letak GIK. Gue hanya dibekali informasi bahwa GIK berada di west mall lantai 8. Dengan modal kesotoyan gue memimpin barisan teman-teman dan terus menerus naik dengan menggunakan eskalator. Sampai lantai 6 gue baru menemui keganjalan. Dimana gue? Kok aneh ya? Apa yang aneh? Eskalator yang akan kami gunakan untuk ke lantai 7 bertuliskan "employee only". Gue diam. Teman-teman gue terus melaju berjalan dengan pedenya. Tiba-tiba seorang karyawan bertanya, "kalian mau kemana?". Karena gue keren, gue nanya, "maaf pak, GIK dimana ya?". Si karyawan pun menunjukkan jalan. Akhirnya, kami tidak nyasar.

Sampe di dalem GIK, sumpahgilakerenbangetitutempat. Pewe banget buat duduk-duduk, sekalian nambah informasi seputar kebudayaan Indonesia.




Lanjut.

Sayang sekali gue ga sempet motret isi GIK karena gue belum pandai memainkan cahaya. Hanya beberapa tempat yang berhasil gue potret. Ditambah teman-teman gue yang narsis kepengen difoto sama gue. Yasudahlah, nasip. Layani saja. Toh, saya suka dengan pekerjaan itu hehehehe.



Oke. Sekarang bahas penampilannya. Pementasan HPP di GIK berdurasi 60 menit. Berbeda saat di GBB, yang berdurasi 3 jam. Yang tadinya opera buffa menjadi drama musikal. Tentunya menjadi sangat lebih seru. Padahal gue udah sering liat mereka latihan, tapi entah kenapa walau udah berapa kali liat, gue masih aja ketawa nontonnya. Selalu ada hal baru, selalu ada yang dirubah, walau sedikit. Kostum dan make up juga baru, lebih rapih dan terkonsep, menurut saya yang masih awam tentang dunia teater. Mama hantu sangat seram, dan pocong sangat lucu. Yang jelas, pementasan ini tetap menarik dan menghibur.







Pertunjukkan selesai! Terima kasih Galeri Indonesia Kaya! Tempatnya bagus banget, deh! Sukasukasuka!! :D





Ada yang ikutan nonton juga waktu itu? Ada yang lihat gue? Heheheheh.

Post a Comment

Instagram

magellanictivity. Theme by STS.