saat itu, akhir bulan lalu, teman-teman satu angkatanku melakukan demonstrasi. kira-kira jam 10 pagi, setelah istirahat pertama. kami semua memprotes karena perlakuan kepalah sekolah kami.
latar belakangnya adalah karena fasilitas unggulan sekolah kami perlahan-lahan menghilang semenjak ada program wajib sekolah 12 tahun. program wajib sekolah 12 tahun ini membuat seluruh siswa tidak dipungut biaya sama sekali, karena semua biaya pelaksanaan pendidikan ini akan ditanggung pemerintah. seharusnya, semuanya akan menjadi lebih baik karena biaya yang diberikan pemerintah lebih banyak daripada bayaran bulanan yang selama ini kami lakukan.
namun, kenyataannya, banyak fasilitas yang menghilang.
misalnya, wifi yang disediakan sekolah, sekarang lelet, bahkan sering mati. kemudian Try Out mingguan yang biasanya dilaksanakan setiap dua minggu sekali (untuk kelas 10 dan 11) sudah tidak ada. lalu program bilingual (untuk kelas 10 dan kelas 11) juga ditiadakan. dan yang paling penting, program bimbel untuk membantu kelas 12 menghadapi UN dan SBMPTN dihilangkan sejak semester 2. padahal untuk kelas 12 ini sangat membutuhkan program bimbel, karena guru-guru fokus ke UN. sedangkan untuk kelas 12 akan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu di PTN.
the question is, WHY those featured programs has gone when all 12th graders need it?
that's why we did a demonstration.
relax, we didn't anarchist.
we just brought some poster about our complaint.
and there were several journalists from various media.
after we were shouting on the field, the principal go to the field and gave his reason WHY the programs has gone. and he promised that he would returned all the programs.
and.. i was bored. so bored to hear their conversation, their questions and his response. i was cannot understand what their mean. so i just wrote Bilbo's name on the field. hehhehe
that was not a good day, but yah. this is a democracy. we have a right to do argue. and we just need the explanation from the principal.
Post a Comment