11/12/2023
Sebagai seorang wanita usia 25+ yang sudah aware soal perawatan kulit, tentu gue sudah mulai concern tentang kondisi kulit yang akan semakin menua. Sebenarnya kondisi kulit yang menua tidak hanya dari faktor usia saja, melainkan juga pengaruh dari lingkungan sekitar serta gaya hidup yang dijalani. Kalau lingkungannya banyak polusi dan menerapkan gaya hidup yang tidak sehat, tentu kulit akan mengalami penuaan dini.
Mungkin selain jerawat, penuaan dini menjadi salah satu kondisi kulit yang ditakuti bagi sebagian dari kita. Gue sih awalnya nggak terlalu takut, ya, tapi belakangan ini mulai terlihat kerutan halus di wajah gue yang tanpa gue sadari jadi pengaruh terhadap rasa percaya diri gue. Apalagi gue pecinta makeup, rasanya complexion product di kulit gue jadi lebih mudah creasing. Kadang saking ga percaya dirinya, gue suka kehilangan energi duluan ketika ingin memulai untuk berkarya.
Nah pada Kamis lalu, gue bersama teman-teman blogger menghadiri acara sharing session dengan topik "How to Achieve Your Ultimate Ageless Skin" bersama ERHA Anti Aging Center, dengan narasumber Aditiya Muchsin Sobari selaku Senior Brand and Product Management Manager ERHA ULTIMATE, serta dr. Margaretha Indah Maharani, SpDV, FINSDV, FAADV (dr. Rani) selaku dermatologist di ERHA ULTIMATE. Acara berlangsung di ERHA Derma Clinic Kemanggisan yang jujur, pas baru masuk terasa banget kliniknya super nyaman, luas, mewah, dan yang terpenting wangiii haha.
![]() |
dr. Margaretha Indah Maharani, SpDV, FINSDV, FAADV, dermatologist ERHA ULTIMATE |
![]() |
Aditiya Muchsin Sobari, Senior Brand and Product Management Manager ERHA ULTIMATE |
Ageless, Limitless. Merupakan tagline yang diusung untuk ERHA Anti Aging Center dengan tujuan untuk mengingatkan ke kita semua bahwa usia bukanlah menjadi pembatas kita untuk berkarya, untuk melakukan sesuatu. Karena terkadang, dengan bertambahnya usia, kita suka ngerasa kalau ambisi kita dalam mewujudkan cita-cita mulai memudar. Padahal, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu, kan? Makanya di sini ERHA Anti Aging Center mengajak kita untuk tetap percaya diri meski usia sudah tidak muda lagi. Bisa dimulai dengan merawat diri supaya bisa melangkah dengan berani untuk menggapai mimpi.
Sebenarnya ini malah menjadi pengingat banget buat gue yang belakangan ini sedang kesulitan membangun rasa percaya diri di dunia yang didominasi oleh anak muda. Gue tau, gue nggak setua itu untuk mengatakan hal ini. Hanya saja, nggak dapat dipungkiri bahwa waktu berjalan begitu cepat sehingga gue suka merasa selalu "ketinggalan". Padahal hidup bukan soal kompetisi, bukan soal siapa menang dan kalah. Melainkan untuk tetap semangat untuk bertahan hidup sembari menggapai cita-cita, tanpa dibatasi usia.
Gue yakin teman-teman sudah tahu ERHA, ya. Sebuah klinik kecantikan yang udah terkenal banget dapat mengatasi berbagai masalah kulit serta rambut. ERHA berdiri pada 28 September 1999 oleh dr. Ronny Handoko, SpKK (K) sebagai Creator & Chief Dermatologist yang merupakan tokoh penting di dunia perkembangan industri serta pendidikan di bidang Dermatology di Indonesia. Sekarang ERHA sudah hadir di 54 kota di Indonesia dengan 109 cabang klinik kecantikan. Nggak heran sekarang ERHA menjadi DermaBeauty Ecosystem terlengkap di Indonesia.
Anyway! Pada Blogger Gathering kemarin kita juga dikasih beberapa insight soal bagaimana caranya mencegah penuaan dini pada kulit dan mengatasi penuaan dengan tepat. Mengingat polusi Jakarta sangat buruk, tentu sangat berpengaruh yah pada kesehatan kulit. Makanya disarankan banget untuk menggunakan sunscreen setiap hari, serta menerapkan gaya hidup yang sehat. Minimal tidur cukup dan perbanyak konsumsi buah dan sayur, deh! Selain itu tentunya perlu memakai skincare yang tepat.
Dulu gue kira, penggunaan skincare anti-aging itu ketika usia 30 tahun ke atas aja. Ternyata malah disarankan untuk dipakai sejak usia 20-an. Karena semakin bertambah usia, secara natural produksi kolagen pada kulit kita akan menurun. Akibatnya kulit jadi kendur, timbul garis halus, kerutan, flek hitam, dan melasma. Nah untuk mencegah itu semua, ada baiknya untuk pakai perawatan anti aging sejak usia 20an supaya produksi kolagen tetap seimbang.
Selain perawatan dengan menggunakan produk skincare, dr. Rani juga merekomendasikan untuk melakukan Photorejuvenation Laser Treatment secara rutin di ERHA Anti Aging Center. Jujur gue dari dulu ada kepengen coba treatment laser, tapi takut sama efek jangka pendeknya. Ada yang bilang bakal sakit, kulit bakal merah-merah, dan lain sebagainya. Di acara kemarin ternyata kita dikasih lihat proses Photorejuvenation Laser Treatment ini secara langsung yang ternyata prosesnya cepat dan nggak sakit samsekk.
Kebetulan salah satu blogger yang hadir, Kak Elly, jadi model live demo-nya nih hihi. Tahap pertama setelah kulit dibersihkan, langsung dipoles krim anestesi dan didiamkan selama beberapa menit supaya kulitnya nggak terasa sakit saat di-laser. Bener aja, Kak Elly sendiri bilang sepanjang treatment anti-aging itu kulitnya nggak terasa sakit sama sekali. Hanya sedikit ada sensasi panas tapi mild banget. Padahal kalau ngeliat pas demonya sih gue agak ngeri yaa wkwk. Tapi mengetahui prosesnya nggak sakit, sih, gue ngerasa aman.
Lalu, apa manfaat Photorejuvenation Laser Treatment di ERHA Anti Aging Center?
dr. Rani menjelaskan bahwa manfaat treatment tersebut untuk merangsang produksi kolagen baru yang terdapat di lapisan kulit dermis, memperbaiki tekstur kulit yang kasar, memperkecil pori-pori, mengatasi garis-garis halus, mengurangi kerutan pada kulit dan tanda-tanda penuaan lainnya. Efeknya bisa langsung dirasakan saat pertama kali treatment. Perawatan ini merupakan non-invasive treatment dan No Downtime, sehingga setelah perawatan kita bisa langsung beraktifitas seperti biasa. Denger-denger treatment ini juga beginner friendly, cocok lah buat gue yang belum pernah perawatan laser sama sekali hihi.
Sebagai solusi nomor 1 Anti Aging yang paling direkomendasikan dermatologist, pastinya ERHA Anti Aging Center by ERHA ULTIMATE nggak main-main dalam menyediakan fasilitas perawatan kulit secara maksimal. Alat-alat yang digunakan pun berasal dari teknologi medis yang sudah diuji secara internal oleh tim inovasi dan ditangani langsung oleh dermatologist yang sudah berpengalaman di bidangnya selama bertahun-tahun. Jadi nggak heran kalau ERHA Anti Aging Center sudah dipercaya konsumen untuk mengatasi dan mencegah tanda-tanda penuaan pada kulit.
Gimana udah tertarik belom? Gue sih udah :') Karena ternyata ERHA Anti Aging Center menyediakan berbagai paket terbaru berupa:
ANTI AGING PRODUCT KIT: Pada paket ini kita bisa konsultasi sama dermatologist atau skin expert dan langsung dapet personalized product yang formulanya sudah disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan kulit kita. Soalnya kan, siapa tahu ada yang kulitnya sensitif, atau kondisi khusus lainnya jadi nggak bisa sembarangan pakai produk skincare. Kalau ambil paket ini jadi enak deh, bisa pakai produk skincare yang dibuatin langsung sama dermatologist khusus untuk kulit kitaa. Oh iya, untuk saat ini paket Anti Aging Product Kit lagi ada diskon lebih dari Rp150.000 untuk konsumen baru.
ULTIMATE YOUNGER VALUE KIT: Kalau di paket ini, kita bisa dapetin benefit yang ada di Anti Aging Product Kit PLUS dapet satu kali Photorejuvenation Laser Treatment jugaa! Sekarang lagi ada diskon lebih dari Rp300.000 untuk konsumen baru. Worth it banget kalo kata gue mah.
Akhir kata, ERHA ULTIMATE Anti Aging Center bukan hanya sekadar memberikan solusi permasalahan kulit aging, tapi juga memberikan tujuan utama konsumen untuk bisa menjadi versi terbaik dari diri kita. Karena kita nggak perlu membatasi diri dengan usia. Don't let your age define your limit, because you are #AgelessLimitless.
29/04/2023
Beberapa hari lalu, BMKG memberi himbauan untuk menggunakan sunscreen karena indeks UV yang sangat tinggi belakangan ini. Emang sih, sebagai orang yang rumahnya nggak pakai AC, berasa banget panasnya. Gara-gara itu, gue jadi nyetok sunscreen banyak banget, dan tergiur untuk coba berbagai sunscreen yang ada hahaha. Karena sekarang gue jadi lebih disiplin pakai sunscreen dari sebelumnya. Salah satu perubahan rutinitas gue adalah dengan mengharuskan diri ini pakai sunscreen dari gue bangun pagi WKWK.
Nah, dari semua sunscreen yang ada di pasaran, koleksi sunscreen Anessa-lah yang paling bikin gue penasaran. Dilihat dari review yang beredar, sepertinya nggak ada yang komplain soal produk-produk mereka, terutama yang Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk SPF 50+ PA++++. Akhirnyaaa dapat kesempatan untuk mencoba salah satu produk best seller-nya Anessa, dan ternyata mereka baru launch produk hasil kolaborasi bersama Doraemon! Mereka membuat desain kemasan spesial untuk produk ini dengan dua varian packaging, yaitu Doraemon dan Dorami. Gue punya yang Doraemon, nih, SUPER GEMASS!!
Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk SPF 50+ PA++++
(Doraemon Limited Edition Packaging)
deskripsi:
Sunscreen No. 1 di Jepang selama 21 tahun berturut-turut dengan SPF50+ dan PA++++ (broad spectrum) untuk melindungi kulit dari sinar UV serta polusi yang tahan panas, kelembapan, air, dan keringat. Mencegah penuaan dini dengan formula skincare dan dilengkapi dengan inovasi SUNstainable yang ramah lingkungan. Memberikan hasil akhir yang velvet matte pada kulit.
komposisi:
Dimethicone, Water (Aqua), Zinc Oxide (10.35%), Alcohol, Talc, Diisopropyl Sebacate, Isododecane, Octocrylene, Ethylhexyl Salicylate, C12-15 Alkyl Benzoate, PEG/PPG-92 Dimethyl Ether, Zea Mays Starch, Silica, Isopropyl Myristate, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Titanium Dioxide, PEG-9 Polydimethylsiloxyethyl, Dimethicone, Dextrin Palmitate, Glycerin, Homosalate, Ethylhexyl Triazone, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Polysilicone-15, PEG-10 Dimethicone, Isostearic Acid, Triethoxycaprylylsilane, Disteardimonium Hectorite, Aluminium Hydroxide, Stearic Acid, Sodium Chloride, Trisodium EDTA, PEG-6, Fragrance, Tocopherol, BHT, Butylene Glycol, PEG/PPG-14/7 Dimethyl Ether, Sodium Metabisulfite, Saccharide Isomerate, Dipotassium Glycyrrhizate, Camellia Sinensis Leaf Extract, Potentilla Erecta Root Extract, Citric Acid, Sodium Acetylated Hyaluronate, Sodium Citrate, Synthetic Fluorphlogopite, Triethoxysilylpropyl Polydimethylsiloxyethyl, Dimethicone, Soluble Collagen, Phenoxyethanol.
cara pakai:
- Kocok dahulu sebelum digunakan
- Oleskan secara merata pada wajah dan leher anda sebagai langkah akhir rutinitas perawatan kulit sebelum terkena sinar matahari. Oleskan langsung ke tubuh dalam garis lurus, lalu oleskan secara merata dalam gerakan melingkar besar menggunakan telapak tangan
- Mengurangi jumlah pemakaian akan menurunkan tingkat perlindungan tabir surya secara signifikan
- Oleskan kembali untuk mempertahankan perlindungan, terutama setelah berkeringat, berenang, dan mengeringkan badan dengan handuk
- Bersihkan secara menyeluruh dengan daily cleanser
harga & tempat beli:
Rp494.000 di berbagai e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia serta berbagai drugstore seperti Watsons.
KEMASAN
Jujur nggak kuat banget ngeliat desain kemasannya aAaaAA!!! Bentuknya sih sama aja seperti kemasan yang biasa. Terbuat dari plastik dengan bentuk botol yang pipih dan terisi produk sebanyak 60ml, dan bentuk tutup yang agak miring gitu. Tutupnya ini bentuknya ulir biasa dan model botolnya tube kecil, jadi memudahkan pengguna ketika mau apply sebanyak dua jari.
TAPIII YANG BIKIN GEMES ADALAAHH GAMBARNYA DORAEMON HWAAAAA! Didominasi warna biru dan wajah Doraemon yang juga mendominasi bagian depan botolnya. Asli, gemes bangett. Bahkan yang varian Dorami juga terlalu gemasss hwaaaaa π. Desain kemasan ini merupakan hasil kolaborasi Anessa dengan Doraemon. Mengusung tema “Shine Infinitely”, mereka ingin membawa pesan bahwa "a future where both people and the earth will continue to shine under the sun". Love that!
Di botolnya ini memiliki deskripsi produk serta cara pakai, hanya saja dalam bahasa Jepang hehehe. Tapi tenang, kalian bisa cek di website resmi Anessa untuk mengetahui detail produknya, ya. Di sana dijelasin lengkap dari cara pakai sampai komposisi.
Nggak disertai dengan kotak, melainkan bungkusan gitu seperti produk-produk Anessa lainnya. Maaf ya nggak kefoto hikss, padahal gemes juga gambarnya Doraemon hahah. Di bungkusannya ini kalian bisa nemuin berbagai informasi seputar produknya, hanya saja lagi-lagi dalam bahasa Jepang. Namun ada stiker kecil yang isinya penjelasan cara pakai serta komposisinya. Jadi tenang saja buat kalian yang mau beli secara offline, kalian bisa tetap mendapatkan informasi yang dibutuhkan melalui bungkusannya ini. Tapi again, kalau mau lebih lengkap dan dalam bahasa Indonesia, cek website resminya saja, yaa.
Nggak ada komplain sih soal kemasannya, karena botolnya kokoh dan nggak ada kejadian bocor sama sekali walau isi produknya cair banget.
FORMULA
Jujur banget gue baru pertama kali nyobain sunscreen yang teksturnya secair ini, sampai gue agak kesulitan untuk mengukur pemakaian dua jari dalam sekali pakai. Jadi biasanya langsung gue apply aja ke wajah, hanya menggunakan feeling kalau banyaknya produk sudah cukup sesuai dengan yang disarankan yaitu 2mg. Karena dia cair banget, rasanya ringaan banget di kulit. Dibaurinnya juga gampang, tapi butuh waktu beberapa menit untuk menyerap ke kulit dengan sempurna (seperti sunscreen pada umumnya wkwk). Ketika sudah menyerap ke kulit, dengan dewy finish yang bikin kulit terlihat glowing dan sehat. Bukan dewy yang basah dan becek gitu, kok, masih mild banget glow-nya di kulit gue.
Mengandung 50% skincare ingredients dengan anti-wrinkle formula. Beberapa kandungan utamanya ada Kyoto Uji Green Tea (antioksidan), Yellow Flower Extract Complex (mencegah terjadinya vasodilatasi penyebab penuaan dini), Super Hyaluronic Acid (melembapkan kulit), Edelweiss Extract (melindungi kulit dari efek sinar UV seperti penuaan dini dan kanker kulit), dan Collagen (meningkatkan kekenyalan kulit).
Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk ini merupakan hybrid sunscreen, yaitu perpaduan physical dan chemical sunscreen (Zinc Oxide, Titanium Dioxide, dan Octocrylene). Kelebihan dari hybrid sunscreen adalah, kita bisa dapetin dua kelebihan dari physical dan chemical sunscreen dalam satu produk. Jadi secara tekstur seperti chemical sunscreen yang ringan, dan dapat menangkal sinar matahari seperti cara kerja physical sunscreen/sunblock. Sudah lama sekali gue nggak pakai hybrid sunscreen, karena jujurr susah banget nemu yang nyaman di kulit. Hybrid sunscreen tuh recommended banget untuk kulit sensitif, terutama pada kondisi kulit acne-prone seperti diriku inih. Dulu sempat coba merek lain tapi pilling banget huhu sedihh. Tapi kalau Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk ini nggak pilling sama sekali, jadi cocok dipakai sebelum pakai makeup. Dia juga water-resistant, sweat, and sebum resistant, jadi bakalan cocok banget dipakai untuk berbagai aktivitas seperti olahraga bahkan berenang. Karena nggak akan luntur! Soal ini, nanti gue jelasin pengalaman gue di bawah, ya, hihi.
ULASAN
Sunscreen yang biasa gue pakai tuh jenisnya chemical sunscreen, karena lebih nyaman dipakai dan minim white cast. Hanya saja, sepengalaman gue menggunakan chemical sunscreen, biasanya bikin kulit jadi kusam setelah beberapa jam pemakaian. Cukup tricky juga untuk dapetin produk yang cocok di kulit gue yang sensitif, karena mostly bikin kulit gue makin jerawatan serta makin berminyak. Nahh setelah sekian lama, akhirnya gue coba hybrid sunscreen lagi dari Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk ini. Sudah beberapa minggu gue pakai, akhirnya gue tahu kenapa orang-orang suka banget sama sunscreen ini.
Tentunya dia ada efek white cast, ya. Di foto memang kelihatan jadi putih banget karena.. yah namanya juga white cast hahahah. Tapi di real life nggak seputih itu, kok. Apalagi setelah meresap sempurna, hanya ada efek tone up sedikit dan nggak bikin kulit jadi abu-abu. Gue nggak masalah banget sama efek white cast ini, karena entah mengapa kulit gue rasanya benar-benar terlindungi dari sinar matahari. Kayak ke-shield banget gitu kulitnya hahah.
Selain itu dia TAHAN LAMA BANGET. Ya monmaap memang seharusnya gue reapply sunscreen setelah beberapa jam pemakaian. Tapi karena gue lebih sering beraktivitas di rumah, jadi gue jarang reapply sunscreen hehehe. Tapii dia tuh kayak tahan air gitu, loh. Biasanya kalau gue wudhu, muka berminyak dan keringetan, sunscreen gue luntur banget. Jadi ada bulir warna putih gitu di wajah gue. Hal tersebut nggak terjadi pada Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk ini. Kulit gue seperti ada lapisan baru gitu ketika disentuh, makanya emang cocok banget dipakai untuk berbagai kegiatan outdoor.
Tapi harus tetap reapply sunscreen setelah beberapa jam pemakaian, yaa, terutama yang intens banget kena sinar matahari.
Hal lain yang gue suka adalah, dia aman banget dipakai di bawah makeup! Oke oke gue ada cerita dikit soal ini hehe.
Jadi ceritanya, gue merasa belakangan ini makeup gue mudah sekali luntur, bahkan ketika gue nggak ngapa-ngapain. Keringetan dikit luntur, oily dikit makeup langsung blotchy, pokoknya annoying banget. Sudah pakai setting spray dan primer pun nggak ngaruh. Mungkin karena cuaca yang semakin panas juga, ya, kulit gue jadi kesulitan bersahabat sama makeup hahaha.
Nah, selama cobain Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk ini, gue nggak mengalami itu semua bahkan sunscreen ini cocok untuk kulit berminyak seperti wajah gue. Well, pastinya akan luntur di area yang oily banget, ya, seperti pada area hidung dan dagu. Tapi di area lain bener-bener aman banget, nggak creasing, nggak luntur, pokoknya cakep, deh! Padahal gue nggak pakai primer lagi. Agak kaget sih, padahal judulnya “milk”, kirain bakal sumuk banget di kulit oily gue. Ternyata nggak, dong. Walau demikian, produk ini juga memberikan kelembapan di kulit gue. Jadi kadang-kadang gue nggak perlu pakai pelembab lagi, langsung aja pakai sunscreen ini udah cukup banget ngelembapinnya.
So far, kulit gue nggak rewel selama pakai sunscreen ini. Nggak ada breakout, dan nggak komedoan juga. Tapi memang bersihinnya harus lebih ekstra, ya, karena dia tahan banting banget hahah. Double cleansing nggak boleh di-skip!
SIMPULAN
Menurut gue dengan harga segitu sih wajar banget, ya. Gue nggak pernah mengalami hal-hal seperti yang gue sebutkan di atas ketika pakai sunscreen yang pernah gue coba. Kalau kalian ada budget-nya, menurut gue worth it banget untuk dicoba. Apalagi kalau kalian suka beraktivitas di luar ruangan dan suka pakai makeup hihi. Super recommended!
09/09/2022
Ketika pelembap mau habis, itu adalah waktu bagi gue untuk coba pelembap lain hehehe. Nggak sengaja nemu Isntree Hyaluronic Acid Aqua Gel Cream di e-commerce, melihat isinya ada 100ml gue langsung beli hahaha. Tentu gue nggak segegabah itu, sebelumnya gue udah cari-cari dulu tentang produk ini. Setelah baca-baca, gue ngerasa produk ini akan cocok di kulit gue yang berminyak dan rentan berjerawat. Sudah gue pakai sampai habis dan rasanya gue pengen repurchase sesegera mungkin!
ISNTREE HYALURONIC ACID AQUA GEL CREAM
deskripsi:
It provides moisture to dry skin with natural moisturizing factors, five types of hyaluronic acid and keeps your skin healthy.
cara pakai:
At the last stage of skin care, apply a suitable amount onto the face then gently smooth for better absorption.
ingredients:
Water, Methylpropanediol, Coco-Caprylate/Caprate, 1,2-Hexanediol, Glycerin, Betaine, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Trehalose, Phenyl Trimethicone, Isostearyl Alcohol, Butylene Glycol Cocoate, Hydrogenated Olive Oil Unsaponifiables, Hydrolyzed Jojoba Esters, Sodium Hyaluronate, Sodium PCA, Butylene Glycol, Allantoin, Pentylene Glycol, Ethylcellulose, Biosaccharide Gum-1, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Propanediol, Xanthan Gum, Squalane, Centella Asiatica Extract, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Ethylhexylglycerin, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Polygonum Cuspidatum Root Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Portulaca Oleracea Extract, Houttuynia Cordata Extract, Hyaluronic Acid, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate
harga:
Rp 179.000 di sini.
KEMASAN
Jadi tuh Isntree punya Hyaluronic Acid series yang terdiri atas beberapa produk seperti toner, essence, dan pelembap yang akan gue bahas ini. Nah si varian Hyaluronic Acid ini semuanya pakai nuansa warna biru tua. Kebetulan Hyaluronic Acid Aqua Gel Cream ini di kotaknya berwarna gradasi gitu dari biru tua ke biru muda. Karena Isntree merupakan brand dari Korea Selatan, tentunya didominasi dengan penjelasan menggunakan hangul atau aksara Korea. Ada beberapa yang dijelasin pakai bahasa Inggris seperti deskripsi singkat mengenai produk, cara pakai, dan ingredients list. Jadi kalau mau tahu lebih banyak tentang produknya harus googling dulu, sih.
Mari doakan saja Isntree bisa availabe secara resmi di Indonesia secepatnya yaa haha.
Warna botolnya pun senada dengan kotaknya, yaitu gradasi biru tua ke transparan. Jadi kalau produknya udah mau habis bisa kelihatan dari luar. Tutupnya flip top biasa, jadi nggak ada pump. Agak nyebelin sih ini hahaha soalnya AKU BOROS BANGET JADINYA HUHUU. Produk yang keluar suka kebanyakan tolongg banget :')
FORMULA
Teksturnya seperti fluid, padat ketika dikeluarkan dari botol namun mudah sekali dibaurkan dan terasa ringan di kulit. Berwarna putih pekat dan nggak ada aroma sama sekali. Di kulit tuh rasanya sejuuukkk banget, mudah sekali dibaurkan layaknya tipikal pelembap jenis gel cream lainnya. Gara-gara produk ini, gue baru menyadari bahwa pelembap bertekstur gel cream emang paling cocok untuk kulit gue yang berminyak dan dehidrasi. Karena kalau pakai pelembap jenis gel, biasanya kurang melembapkan. Sedangkan yang cream biasanya terlalu demek di kulit gue. So yeah, dari segi tekstur gue kasih nilai 10/10 hahaha.
Kandungan utama produk ini ada Hyaluronic Acid, Centella Asiatica, Glycerin, Allantoin, dan Licorice yang tentunya dapat membantu melembapkan, menghidrasi, dan menenangkan kulit yang iritasi. Memang terlihat layaknya pelembap pada umumnya, tapi sepertinya yang seperti ini masih jarang dilakukan berbagai skincare brand gak, sih?
ULASAN
Ketika beli produk ini tuh sebetulnya hanya tertarik dengan isinya yang banyak. Tadinya mau beli pelembapnya Skin Game, tapi sayangnya saat itu lagi habis di mana-mana. Akhirnya beli ini sekalian nyobain Isntree Green Tea Fresh Toner yang sudah gue review sebelumnya. Lalu pas gue cari-cari lagi, varian Isntree Hyaluronic Acid Aqua Gel Cream ini emang didesain khusus pemilik kulit berminyak dan dehidrasi. Seperti bertemu jodoh, produk ini emang ditakdirkan bertemu sama kulit gue yang memiliki kondisi serupa. Ya nggak heran, hasilnya emang sebagus itu sih di kulit gue.
baca juga: Review Isntree Green Tea Fresh Toner
Sepertinya hampir nggak ada komplain mengenaik produk ini. Mau dipakai pada pagi maupun malam hari, rasanya sama-sama nyaman karena teksturnya yang ringan namun tetap memberikan kelembapan serta hidrasi yang baik. Saat produk dibaurkan ke kulit, ada sensasi sejuk-dingin gitu, bukan tipikal dingin seperti mint ya. Tapi dingin segar yang kemungkinan karena kandungan air di dalamnya. Setelah pakai produk ini pun kulit jadi kelihatan glowing tapi nggak berlebihan. Kalau disentuh pun nggak terasa greasy sama sekali. Nggak ada efek negatif untuk kulit gue, malah rasanya jadi lebih kenyal dan lembap. Ditambah isinya ada 100ml bikin gue jadi pengen repurchase hahaha.
Walau demikian yang disayangkan hanya satu, lagi-lagi pada kemasannya yang nggak pakai pump HAHAH. Saking senengnya gue pakai pelembap ini, gue jadi suka pakai lumayan banyak dari biasanya. Makin nggak terkontrol karena nggak ada pump pada produk ini. Sehinggaaa walau isinya banyak, rasanya cepet banget ngabisin produk ini. Sepertinya nggak sampai 3 bulan udah habis, deh. Biasanya dengan isi produk sebanyak ini, gue bisa ngabisin paling nggak di atas 4 bulan lah.
SIMPULAN
Pengennya sih tetap repurchase, karena udah jatuh cinta banget sama formulanya yang bener-bener disukai sama kulit gue. Tapi mungkin nanti, yah. Masih penasaran sama pelembap lain yang udah ada di wishlist hahaha. Kalau kalian punya kulit berminyak, acne prone, dan dehidrasi, plisss cobain produk ini. Yakin sih kalian pasti suka.
10/07/2022
Jujur aja gue baru tertarik untuk mencoba Skin Game Theory of Everything Essence ketika mereka mengganti kemasannya hahaha. Lebih terlihat menarik dan supaya tau juga isi produknya seberapa kalau sudah mau habis wkwk. Kebetulan juga essence yang biasa gue pakai lagi habis, jadi memutuskan untuk mencoba produk ini mengingat harganya yang terjangkau dengan ingredients sederhana. Seperti biasaa sudah gue pakai sampai habis, jadi langsung aja yah baca ulasan lengkapnya di bawah.
SKIN GAME THEORY OF EVERYTHING ESSENCE
deskripsi:
Membantu melembapkan, membantu mencerahkan noda hitam pada wajah, dan membantu meredakan kulit yang kemerahan.
cara pakai:
Aplikasikan Theory of Everything ke wajah yang sudah dibersihkan. Tepuk-tepuk hingga meresap. Dapat digunakan pada pagi ataupun malam hari. PRO TIP: bisa digunakan sebelum aplikasi makeup.
komposisi:
Aqua, Butylene Glycol, Niacinamide, Cystoseira Tamariscifolia Extract, Centella Asiatica, Phenoxyethanol, Sodium Hyaluronate, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Allantoin, Hydroxypropyl Methylcellulose.
harga & tempat beli:
Rp 148.000 di berbagai e-commerce (gue beli di sini)
KEMASAN
Seperti yang sudah gue sebutkan sebelumnya, Skin Game Theory of Everything Essence yang gue review menggunakan desain kemasan yang baru. Nggak ada dus bawaan, hanya botolnya saja yang tersegel plastik ketika baru dibeli. Terbuat dari botol plastik transparan dengan tutup ulir berwarna silver. Sepertinya warna silver jadi warna khas Skin Game pada kemasan produk-produknya. Layaknya Skin Game Acne Warrior yang sudah pernah gue ulas sebelumnya.
baca juga: Review Skin Game Acne Warrior
Walau tanpa dus, botolnya ini sudah cukup memberikan informasi seputar produknya secara lengkap seperti deskripsi produk, cara pakai, sampai komposisi produknya. Deskripsinya pun to the point banget, gue sukaa! Ukurannya pas aja isinya 100ml, dengan PAO 6 bulan aja yah. Nggak ada pump, dan bibir botolnya cukup besar jadi kadang-kadang gue suka ngeluarin isi produknya kebanyakan huhu.
Secara keseluruhan gue suka banget sama konsep kemasan produk Skin Game yang rata-rata sederhana dan to the point sesuai fungsi dari masing-masing produknya, termasuk kemasan Theory of Everyting Essence ini. Pun bila dirasa ada yang perlu dikoreksi, mungkin gue berharap di produk ini mereka akan pakai pump ke depannya. Supaya ngeluarin produknya nggak kebanyakan, terutama untuk warga yang tidak memiliki self control seperti gue huahahaha.
FORMULA
Teksturnya kental berwarna bening sedikittt kekuningan, dengan samar-samar tercium aroma bunga yang calming banget. Walau teksturnya kental dia cepat meresap ke kulit. Gue suka banget sih sama tekstur essence yang seperti ini, ringan namun tetap menghidrasi kulit dengan baik.
Bisa kalian lihat sendiri untuk komposisinya produk ini bener-bener simple banget. Terdapat kandungan utama berupa Niacinamide, Centella Asiatica, Licorice Extract, dan Allantoin yang dapat membantu melembapkan kulit, menenangkan kulit, dan mencerahkan kulit. Gue paham kalau banyak yang bosen banget sama kandungan Niacinamide hahaha tapi gue sendiri sih emang kulitnya suka banget sama kandungan ini. Terlebih ada Centella Asiatica juga yang jadi makin pengen coba.
ULASAN
Alasan beli Skin Game Theory of Everything Essence untuk menggantikan COSRX Hyaluronic Acid Hydra Power Essence gue yang waktu itu lagi habis di mana-mana. Ditambah kondisi kulit gue belakangan ini lagi sering banget breakout, jadi makin pengen nyobain produk ini mengingat klaim dan kandungan utamanya berfokus untuk menenangkan kulit yang meradang.
Rasanya ketika pakai produk ini, di kulit gue tentunya jadi terasa lebih menghidrasi. Karena essence ini terbilang ringan, jadi akan cocok di kulit berminyak dan bisa dipakai di pagi maupun malam hari. Produk ini juga mampu menenangkan kulit gue yang kadang gatal akibat jerawat yang meradang. Tapi untuk menghilangkan jerawat, gue merasa perlu produk tambahan, ya. Gue nggak kecewa, sih, mengingat niat gue membeli produk ini adalah untuk membantu menghidrasi kulit gue selama gue perwatan menggunakan retinol. Karena itu, menurut gue, produk ini dapat menjalankan "tugas"-nya dengan baik sebagai essence yang gue mau. Kulit jadi lebih plump, cerah, dan glowing!
Satu-satunya hal yang gue keluhkan dari produk ini adalah hanya di kemasannya yang nggak pakai pump. Jujur, pemakaian produk jadi boros banget. Sering banget isi produknya keluar terlalu banyak sehingga produk jadi cepat habis. Kalau dibandingkan dengan essence-nya COSRX, dengan banyak isi produk yang sama, gue bisa menghabiskan produknya selama kurang lebih 3-4 bulan. Sedangkan essence-nya Skin Game, gue bisa ngabisin satu setengah bulan.
SIMPULAN
Jujur banget nih gue pengennn banget repurchase karena gue beneran sesuka itu sama essence ini. Bisa ngebantu menghidrasi, melembapkan, bahkan mencerahkan kulit gue. Apalagi harganya tergolong sangat terjangkau dengan komposisi yang menyenangkan untuk kulit sensitif gue. Hanya saja, gue jadi mikir beberapa kali untuk repurchase karena gue ngerasa boros pakai produk ini hehe. I know, gue selalu begitu. Mau harganya berapapun, kualitas sebagus apapun, pasti gue akan komplain soal kemasan hahaha. Tapi yah gimana ges yak, sebagai sobat hemat hal mendetail soal kemasan aja bisa diperhitungkan :') semoga paham yach.
Tapi kalau kalian nggak peduli dengan tidak adanya pump, mau beli skincare berulang-ulang dalam waktu dekat, tentunya gue sangat sangatttt merekomendasikan produk ini. Karena dari kualitas nggak perlu diragukan lagi, bener-bener cocok di kulit gue yang berminyak, sensitif, dan acne prone ini.
20/06/2022
Waktu itu lagi nonton videonya Michelle Phan di Youtube, di situ dia bilang lagi suka Isntree Green Tea Fresh Toner. Gue tau itu sponsored video, tapi gue tetap keracun hahaha soalnya sepertinya bakal cocok sama kulit gue. Apalagi dulu gue pernah pakai pelembap dengan kandungan utama Green Tea juga dan cocok banget. Berhubung hydrating toner gue lagi habis, dan produk ini ukurannya 200ml (yap gue penyuka produk skincare dengan ukuran besar haha) akhirnyaa memutuskan untuk mencoba. Sudah gue pakai sampai habis dan sepertinya gue udah bisa review produknya.
Intermezzo dikit, maaf banget kalau gue review skincare selalu lama. Gue nggak bisa pakai dua minggu dan langsung diulas, mengingat terkadang produk skincare bisa memberi efek yang berbeda di awal-awal pemakaian dengan ketika produknya sudah mau habis. Jadi kadang di awal gue bisa suka banget, pas produknya udah mau habis ternyata efeknya nggak berlanjut, atau sebaliknya wkkwkwk.
Yaudah yuk langsung aja ke ulasan produk Isntree Green Tea Fresh Toner-nya!
ISNTREE GREEN TEA FRESH TONER
deskripsi:
Contains Jeju green tea extract and Anti Sebum P(HD) ingredients which to helps soothe skin and control excessive sebum for soft skin.
cara pakai:
After washing your face, take a moderate amount of the product on a cotton pad and wipe the skin, and tap the skin slightly to let the product absorbed.
komposisi:
Camellia Sinensis Leaf Extract, Water, Gingko Biloba Leaf Extract, Centella Asiatica Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Vaccinium Angistilfolium (Blueberry) Fruit Extract, Pinus Palustris Leaf Extract, Ulmus Davidiana Root Extract, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Flower Extract, Pueraria Lobata Root Extract, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Allantoin, Dipotassium Glycyrrhizate, Beta-Glucan, Disodium EDTA, Hydroxyacetophenone
harga:
Rp 158.000 di Tokopedia (belanja di sini)
KEMASAN
Terdapat kotak bawaan berwarna putih dengan aksen berwarna hijau dan abu-abu. Di kotak ini terdapat deskripsi produk dan cara pakai dalam bahasa Korea dan bahasa Inggris. Tidak ada penjelasan dalam bahasa Indonesia karena Isntree belum tersedia secara resmi di Indonesia. Ada ingredients list-nya juga kok tenang sajaa.
Botolnya berwarna cokelat tua dan tutupnya berwarna putih, keduanya terbuat dari plastik yang kokoh dan tebal. Botolnya ini memiliki sentuhan akhir frosted namun transparan, sehingga kita tetap bisa melihat isi produk di dalamnya. Botolnya ini besar sekali, karena menampung produk sebanyak 200ml. PAO-nya 6 bulan aja yah jadi walau isinya banyak pakainya jangan terlalu irit-irit juga hihihi. Tidak ada pump namum bibir botolnya kecil banget jadi nggak perlu takut produk keluar terlalu banyak setiap pemakaian. Di bagian belakang botol terdapat deskripsi produk juga tapi dalam aksara Korea.
FORMULA
Teksturnya cair seperti air berwarna cokelat layaknya teh beneran. Oh iya wanginya juga beneran wangi teh! Rasanya jadi pengen minum toner-nya deh hahahaa. Rasanya menenangkan banget, apalagi kalau dipakai di malam hari setelah beraktivitas seharian. Dipakai di pagi hari enak juga karena wanginya bikin segar, cocok untuk memulai hari hihi. Nggak heran sih karena produk ini mengandung 80% Green Tea Extract dari Jeju ❤
Btw walau warnanya cokelat, dia nggak akan bikin kulit jadi gelap ya hahaa. Akan transparan kok ketika sudah menyerap ke kulit :)
Isntree Green Tea Fresh Toner ini sesuai namanya (dan sudah gue sebutkan juga sebelumnya wkwk), terdapat kandungan utama berupa Green Tea Extract (mengandung amino acids, minerals, polyphenol, dan protein yang dapat menjaga kesehatan kulit), Centella Asiatica (menenangkan kulit dan merawat skin barrier), Blueberry Extract (skin stress relief), Hydrolized-hyaluronic Acid (melembapkan kulit), Allantoin (menenangkan kulit sensitif), Beta-glucan (melembapkan kulit), dan berbagai plant extract lainnya seperti Pinus Palustris Leaf Extract, Ulmus Davidiana Root Extract, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Flower Extract, Pueraria Lobata Root Extract, Anti-Sebum P(HD) yang dapat membantu mengurangi sebum berlebih pada kulit. Awalnya agak takut dengan banyaknya plant extract di toner ini, tapi ternyata nggak memberikan efek negatif ke kulit gue sama sekali. Soalnya dulu-dulu menghindari banget kandungan plant extract yang terlalu banyak hahaa alhamdulillah kali ini kulit gue nggak kenapa-kenapa.
ULASAN
Pada awalnya tujuan gue membeli toner ini adalah untuk digunakan sebagai hydrating toner. Gue sendiri yang kulitnya berminyak ini lebih suka pakai toner yang bertekstur kental karena lebih terasa menghidrasi aja hehehe. Apalagi gue lagi pakai produk retinol di skincare routine gue. Karena Isntree Green Tea Fresh Toner ini memiliki tekstur cair banget jadi gue kurang suka sih pakai produk ini sebagai hydrating toner, karena emang kurang terasa menghidrasi. Gue perlu apply sekitar tiga kali untuk merasakan hidrasi yang gue inginkan. Oh iya gue pakainya tanpa kapas, ya. Anjuran di kemasannya sih seharusnya di-apply pakai kapas, tapi gue lebih suka menggunakan toner tanpa kapas untuk menghemat hehehe.
Walau demikian gue pernah juga apply produk ini pakai kapas, dan memang efek hidrasinya lebih terasa sih ketika menggunakan kapas. Wajah terasa lebih plumpy, sejuk, dan menenangkan. Apalagi kalau dipakai sebagai masker dengan menempelkan kapas yang sudah dibasahi Isntree Green Tea Fresh Toner ini ke kulit selama beberapa menit. Kulit rasanya jadi segar sekali dan terasa terhidrasi lebih baik. Selain itu bisa juga dipakai untuk mengompres area kulit yang sedang meradang akibat jerawat. Kemerahan jadi memudar dan gatalnya berangsur hilang.
Sesuai klaimnya, toner ini emang lebih ditujukan untuk kulit berminyak yang biasanya nggak perlu hidrasi lebih. Tapi memang gue pun merasa toner ini bikin produksi minyak di wajah gue jadi lebih terkontrol.
Kalau ditanya apakah toner ini bisa membantu menyembuhkan jerawat? Di kulit gue sih nggak terlalu, yah. Hanya bisa menenangkan jerawat yang meradang aja, dengan menggunakan teknik maskeran yang sudah gue jelaskan sebelumnya. Tapi memang kalau dilakukan tiap malam, dia bisa membantu menyembuhkan beruntusan sekitar tiga harian. Kalau jerawat yang besar dan mendem, bisa kempes dalam waktu lebih lama lagi, mungkin seminggu sampai dua minggu.
SIMPULAN
Apakah Isntree Green Tea Fresh Toner ini recommended? Tentu, apalagi bagi kalian yang kulitnya berminyak. Tapi kalau kulit kalian dehidrasi, mungkin akan membutuhkan tekstur toner yang lebih kental atau bisa dengan menambahkan produk essence yang bersifat menghidrasi. Enak banget sih toner ini, apalagi isinya banyak dengan harga yang terbilang terjangkau. Hanya saja memang masih sulit untuk menemukan online shop yang menjual produk ini di Indonesia. Semoga makin banyak deh yang menjual produk-produknya Isntree, soalnya ternyataa banyak yang menarik lho haha.
20/04/2022
Ketika pertama kali Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel SPF 45 PA ++++ muncul di dunia skincare Indonesia, awalnya gue nggak tertarik. Karena kemasannya rame HAHAHA. Selain itu gue nggak tau brand ini dari mana, ngeri abal-abal. Takut aja akutuh apalagi soal skincare, harus banget hati-hati. Eh ternyata brand lokal dong, gue langsung ngerasa aman untuk mencoba. Ditambah sempat melihat salah satu influencer yang di kontennya dia ngasih tau kalau produk ini udah diuji di lab mengenai akurasi SPF-nya. Yaudah semakin yakin untuk coba. Terus gue nyesel, kenapa nggak dari dulu gue cobain produk ini?
AZARINE HYDRASOOTHE SUNSCREEN GEL SPF 45 PA ++++
deskripsi:
Tabir surya dalam bentuk gel berfungsi untuk melembabkan serta menenangkan kulit dan melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Diperkaya ekstrak-ekstrak alami yang bermanfaat bagi kulit wajah seperti propolis, aloe vera, green tea dan pomegranate. Tekstur gel ini dingin dan ringan, sehingga mudah diserap kulit dan tidak meninggalkan white cast pada kulit.
cara pakai:
Oleskan tipis merata ke bagian wajah, leher, dan tangan atau bagian tubuh lainnya yang mungkin terkena sinar matahari, 15 menit sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
komposisi:
Aqua, Glycerin, Propanediol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Portulaca Oleracea Extract, Sodium Hyaluronate, Niacinamide, Cucumis Sativus Fruit Extract, Tea Camelia Sinensis Extract, Punica Granatum Fruit Extract, Phenoxyethanol, Octocrylene Butylene Glycol, Sodium Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylates Crosspolymer, Propolis, Piscea Abies Extract, Allantoin, Xanthan Gum, Panthenol, Disodium EDTA, Lechitin.
harga & tempat beli:
Rp 65.000 di berbagai e-commerce.
KEMASAN
Kemasannya datang dengan kotak berwarna paduan hijau, kuning, dan putih. Hebring ya, pemirsah wkwkwk. Tapi tetap mewakili sebagai produk sunscreen kok hahaha. Di kotaknya ini lengkap banget ada berbagai informasi seputar produk seperti klaim-klaimnya, komposisi, deskripsi, dan cara pakai. Super nice!
Botolnya berupa squeeze tube biasa dengan tutup flip top yang bikin botol ini jadi super gampang pas ngeluarin produk. Bahkan buat ngabisin sampai tetes terakhir! Hahaha. Isinya ada 50ml, standar ukuran produk sunscreen, lah. Walau gue berharappp banget local brand bikin sunscreen ukuran 100ml, mengingat produk sunscreen harus di-reapply tiap dua jam sekali. Kan, produknya jadi cepat habis wkkwk. Yaudahlahya 50ml juga cukup lah untuk sebulan :')
Kalau materialnya sih dari plastik biasa dan memang terasa murah ketika digenggam. Gue nggak masalah sih, soalnya so far nggak mengganggu isi produknya dan nggak pernah tumpah.
FORMULA
Sesuai nama produknya, tekstur sunscreen ini berupa gel putih semi transparan (semoga paham maksudku hiks). Asli gais, ringan banget! Biasanya gue butuh waktu lama untuk sunscreen bisa meresap ke kulit sampai sempurna. Pakai sunscreen ini rasanya seperti pakai pelembap biasa. Cepat meresap, nggak ada bau, dan nggak ada white cast. Kaget banget ampe bingung, ini beneran sunscreen? π Rasanya kayak lagi nggak pakai sunscreen, beneran norak banget baru pertama kali nemu sunscreen dengan formulasi seperti ini.
Pas dicek komposisi utamanya, ya nggak heran sih kalau sunscreen ini memberi efek sejuk karena mengandung Aloe Vera yang dapat membantu menenangkan kulit. Selain itu juga ada Green Tea (antioksidan untuk menangkal radikal bebas), Propolis (melembapkan dan menutrisi kulit), Pomegranate (antioksidan), dan Niacinamide (mencerahkan kulit).
ULASAN
Pada awalnya gue sempat ragu sama produk ini karena sempat ada yang bilang kalau mereka kulitnya jadi gosong ketika pakai sunscreen gel ini. Tapi selama gue pakai produk ini sampai habis, gue nggak mengalami hal tersebut pada kulit gue. Mungkin karena sunscreen ini merupakan jenis chemical sunscreen yang mana akan cocok untuk kita yang lebih sering beraktivitas di rumah. Kalau di luar ruangan lebih direkomendasikan untuk pakai physical sunscreen karena cara kerjanya yang memantulkan panas. Nah berhubung gue lebih sering beraktivitas di rumah, gue sih ngerasa cocok-cocok aja pakai produk ini. Nggak bikin gosong, dan yang lebih penting, nggak ngasih efek buruk ke kulit gue. Yayy!
Selain itu gue juga sempat membaca ada yang mengeluhkan bahwa sunscreen ini bikin makeup jadi nggak nempel dan cakey. Hal tersebut sih nggak terjadi sama gue, tapi masuk akal juga kalau terjadi di beberapa orang. Karena sunscreen ini memiliki hasil akhir yang matte, dan rasanya emang nggak moisturizing bahkan di kulit gue yang berminyak. Sehingga kemungkinan kulit menjadi kurang "lengket" untuk membuat produk makeup bisa menempel di kulit dengan baik. Mungkin bisa diatasi dengan penggunaan primer yang melembapkan atau face mist yang melembapkan sebelum menggunakan makeup.
Nah karena dia nggak terasa melembapkan, gue pun merasa untuk pemilik kulit kering akan kurang menyukai hasil akhir matte yang dimiliki sunscreen ini. Di kulit gue yang berminyak sih oke-oke aja, malah bagus bikin produksi minyak berlebih di kulit gue berkurang. Walau terkadang, kulit gue terasa dehidrasi banget terutama ketika setelah reapply sunscreen ini. Bisa diatasi dengan penggunaan face mist, sih. Tapi gue nggak tau nih kalau di kulit kering gimana efeknya, soalnya di kulit gue aja bisa mengalami hal tersebut.
Walau demikian gue tetap menyukai sunscreen ini. Selain teksturnya yang ringan, dia nggak terasa greasy sama sekali di kulit gue. Mudah diratakan, nggak pilling, dan tentunya nggak bikin kulit jadi kusam. Nggak bikin kulit breakout juga karena komposisinya yang didominasi dengan soothing agent.
SIMPULAN
Udah tau ya, pastinya recommended. Alasannya udah dijabarin secara singkat dan jelas hahaha. Oh palingan satu lagi yang bikin sunscreen ini layak dicoba, yaitu harganya yang super terjangkau! Seneng banget melihat perkembangan skincare brand Indonesia yang mulai bikin sunscreen dengan kualitas yang bagus-bagus. Kalau kalian yang memiliki kulit kering jadi ragu beli Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel gara-gara review yang gue buat ini, mungkin kalian bisa mencoba varian lain yang ada fitur melembapkannya. Kebetulan ketika review ini dibuat, Azarine baru aja merilis beberapa jenis sunscreen yang bisa disesuaikan dengan tipe kulit masing-masing.
16/03/2022
Masih dalam perjalanan gue mencari pelembap yang cocok untuk kulitku hihihi. Sebetulnya Rose All Day 24-Hour Hydro Surge Moisturizer ini sudah sempat gue sebutkan di postingan 2021 Skincare Favorites, tapi di sana gue berjanji untuk bikin postingan terpisah untuk membahas produk ini lebih lengkap lagi. Sekarang produknya sudah gue habiskan dalam kurang lebih tiga bulanan, pastinya udah lebih dari cukup buat gue untuk mengulas produk ini sekarang π.
baca juga: 2021 Skincare Favorites
deskripsi:
A water-based & lightweight gel cream that keeps your skin drenched with hydration for 24 hours, while soothing angry skin and brightening skin appearance. The unique water-gel formula absorbs quickly, like a gel, but has the long-lasting, intense moisturizing power of a cream.
cara pakai:
Glide evenly on your face and neck area after using The Big Calm Soothing Serum both at AM and PM. Gently massage in upward strokes and circular motions and say “Hello” to quenched skin!
komposisi:
Water, Glycerin, Calendula Officinalis Flower Extract, Niacinamide, Propanediol, 1,2-Hexanediol, Pentylene Glycol, Caprylic/Capric Triglyceride, Glyceryl Acrylate/Acrylic Acid Copolymer, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Allantoin, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Tromethamine, Sodium Hyaluronate, Adenosine, Ethylhexylglycerin, Sodium Phytate, Melia Azadirachta Leaf Extract, Butylene Glycol, Melia Azadirachta Flower Extract, Octanediol, Coccinia Indica Fruit Extract, Solanum Melongena (Eggplant) Fruit Extract, Aloe Barbadensis Flower Extract, Cocos Nucifera (Coconut) Fruit Extract, Ocimum Sanctum Leaf Extract, Curcuma Longa (Turmeric) Root Extract, Corallina Officinalis Extract, Tocopherol, Beta Vulgaris (Beet) Root Extract, Palmitoyl Hexapeptide-12
harga & tempat beli:
Rp 175.000 di berbagai e-commerce serta website resmi Rose All Day.
KEMASAN
Seperti biasa, kotaknya didominasi dengan warna baby pink dan sedikit ada sentuhan warna lilac serta tulisan berwarna putih. Gue selalu salut dengan Rose All Day yang nggak males menyertai deskripsi produk, klaim-klaimnya, komposisi, hingga cara pakainya. Ditambah kali ini mereka menggunakan bahasa Indonesia di kemasannya, tentunya hal ini akan memudahkan pengguna ketika ingin mengetahui informasi seputar produknya. Oh iya kalian juga bisa dapatkan informasi tersebut secara lengkap di website resmi mereka, ya.
Botolnya terbuat dari gelas kaca yang super tebal dan dapat menampung produk sebanyak 48gr. Emang rasanya luxurious banget ketika digenggam karena lumayan berat. Hanya saja hal tersebut membuat produk ini jadi nggak travel friendly, pasti berat dan takut pecah. Tapi untuk manusia slebor sepertiku, botolnya ini pernah jatuh dan alhamdulillah nggak pecah. Hmm tapi nggak terlalu jauh, sih, jatuhnya hehehe. Terdapat nama produk dan key ingredients di bagian body-nya, dan disertai pump yang terasa kokoh banget. Gue suka sih sama pump-nya, karena dia nggak mengeluarkan terlalu banyak produk dalam satu kali pompa. Jadi kita bisa kontrol sendiri berapa banyak produk yang kita butuhkan. Selain itu, botol pompa seperti ini akan higienis banget karena isi produknya benar-benar terlindungi dari udara luar.
Warna botolnya mirip seperti warna kotaknya, gradasi baby pink dan putih. Awalnya gue kira botolnya ini menggunakan solid color aja, ternyata bagian bawahnya yang berwarna putih itu sebenarnya transparan. Jadi kita tetap bisa melihat isi produknya ketika sudah mau habis. Jujur waktu itu gue panik banget nggak bisa melihat isi produknya, menerka-nerka pelembap ini udah mau habis atau belum hahaha. Ternyata bagian bawahnya transparan, jadi aman banget buat ngingetin kalo produknya udah mau habis. Nice touch, Rose All Day! π
Satu hal yang bisa gue kritik adalah, ketika produknya udah mau habis, kita nggak bisa ngambil isi produknya sampai tetes terakhir akibat materialnya yang terbuat dari kaca. Susah banget dipompa, apalagi kemasannya nggak bisa digunting untuk meraih produk yang ada di dasar botol. Gengges, sih, tapi yaudahlah haha. Mungkin, Rose All Day ada kepikiran untuk bikin kemasannya jadi tube yang disertai pump?? π
FORMULA
Sesuai deskripsi, teksturnya berupa gel tapi lebih thick dari gel, makanya mereka menyebutnya sebagai gel cream. Warnanya putih dan sedikit transparan. Nggak ada aroma sekali, mudah dibaurkan dan cepat meresap ke kulit. Nggak ada kandungan pewangi maupun alkohol, yang mana kulit gue jadi cinta banget sama produk ini hahaha.
Kandungan utama di dalam produk ini antara lain:
3% Calendula Extract: Memberi hidrasi ekstra pada kulit, menenangkan kulit, dan sebagai anti inflamasi.
2% Niacinamide: ingredient kecintaan kita semua hahaha. Selain dapat mencerahkan kulit, Niacinamide juga bisa memberikan kelembapan, memperbaiki tekstur kulit, merawat skin barrier, mengurangi kerutan, dan meratakan warna kulit.
0.3% Allantoin: Menenangkan iritasi pada kulit.
0.1% Hyaluronic Acid + 4% Glycerin: Membantu memberi kelembapan dan hidrasi pada kulit.
0.1% Adenosine: Sebagai anti-aging yang dapat mengencangkan kulit, menghaluskan kulit, dan mengurangi kerutan pada kulit.
ULASAN
Ketika gue pakai Rose All Day 24-Hour Hydro Surge Moisturizer ini, gue juga memakai Rose All Day The Big Calm Serum secara bersamaan. Gue pakainya saat pagi dan malam hari. Kondisi kulit gue saat itu lagi breakout lumayan parah, kemungkinan penyebabnya karena hormonal. Semua produk skincare yang gue pakai saat itu terfokus pada hidrasi aja. Karena memang cara gue mengatasi breakout adalah dengan hanya menggunakan produk menghidrasi dan menenangkan.
Yang gue rasakan sih, produk ini memang menenangkan kulit gue, tapi nggak ngebantu mengurangi jerawat juga. Hanya mengurangi rasa gatal dari jerawat yang meradang. Gue ngerasa yang bikin jerawat gue jadi lebih cepat reda itu karena si serumnya (yang akan gue bahas di postingan terpisah). Gue sih nggak berharap pelembap ini bisa mengurangi jerawat, karena emang nggak ada kandungan yang bisa ngebantu untuk ngilangin jerawat juga, kan. Tapi, yang bikin gue suka dengan produk ini adalah, dia nggak memberi efek negatif apapun untuk kulit gue. Wajah gue jadi terlihat glowing, cerah, plumpy, dan terlihat lebih sehat. Daya melembapkannya juga cukup oke padahal rasanya ringan banget di kulit.
SIMPULAN
Produk ini masuk ke produk skincare favorit gue di tahun 2021 kemarin, ya tentu gue sangat merekomendasikan Rose All Day 24-Hour Hydro Surge Moisturizer ini. Apalagi untuk kalian yang kulitnya berminyak dan kesulitan untuk menemukan produk pelembap seperti diriku ini. Karena emang ringan dan terasa melembapkan, tanpa ngasih efek buruk di kulit gue. Kulit gue jadi lebih plump, terhidrasi, dan kelihatan sehat aja gitu kalau bercermin hahaha. Tapi karena produk ini basic skincare, jadi jangan berekspektasi lebih aja, sih. Karena di gue nggak terlalu berpengaruh untuk mengurangi jerawat (which is fine). Mungkin yah, kalau gue menggunakan satu rangkaian The Calming Series-nya, sepertinya hasilnya akan lebih optimal. Gue belum coba Electrolyte Sleeping Mask-nya, sih. Ada rencana mau coba juga, kalau udah gue cobain nanti akan gue kabarin yah hihi.
21/02/2022
Seneng banget akhirnya bisa nyobain Rose All Day Don't Forget Sunscreen! Setelah banyak banget yang nge-rave soal produk ini tentu bikin gue penasaran. Apa yang bikin orang-orang suka dengan produk ini? Sebenarnya produk ini pun sudah dirilis dari lama, tapi baru dapat kesempatan mencoba awal tahun 2022 ini. Setelah mencoba, gue jadi yakin untuk repurchase sunscreen ini untuk menjadi tabir surya andalan gue.
ROSE ALL DAY DON'T FORGET SUNSCREEN SPF 50 PA+++
deskripsi:
Don't Forget Sunscreen SPF 50 PA ++++* is hydrating daily sun protection with hydrating and soothing properties. Itβs also non-greasy on the skin so it keeps shine at bay. With the compact size and handy egg-shaped bottle, Donβt Forget Sunscreen SPF 50 PA ++++ is travel-friendly so you can protect your skin from the harmful effects of sun exposure anytime and anywhere. Itβs non-comedogenic and dermatologically tested.
cara pakai:
Squeeze tube to dispense product on palm and apply evenly all over face and neck. Use 30 minutes before outdoor activity and reapply every 2 hours.
ingredients:
Aqua, Glycerin, Dibutyl Adipate, Butyloctyl Salicylate, Alcohol, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Ethylhexyl Triazone, Pentylene Glycol, Butylene Glycol, Isoamyl p-Methoxycinnamate, Polysilicone-15, Inulin Lauryl Carbamate, Chrysanthemum Parthenium (Feverfew) Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Extract, Sodium Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Tromethamine, Isohexadecane, Glyceryl Caprylate, Caprylyl Glycol, Polysorbate 80, Sorbitan Oleate, Sodium Ascorbyl Phosphate, Allantoin, 1,2-Hexanediol, Pyrus Malus (Apple) Fruit Extract, Resveratrol
harga:
IDR 190.000 di website resmi Rose All Day dan berbagai e-commerce.
KEMASAN
Jadiii kebetulan Rose All Day Don't Forget Sunscreen yang gue punya merupakan hasil kolaborasi mereka bersama Liunic, ilustrator Indonesia yang udah terkenal banget dengan karya seninya yang unik. Nah kotak yang gue dapatkan ini didesain oleh Liunic, makanya jadi unik dan cantik banget! Warna-warni, dengan berbagai ilustrasi serta doodle pada body kotaknya. Selain itu juga ada berbagai quotes di beberapa bagian kotaknya. Sungguh, super gemas! Kayaknya akan menjadi satu-satunya kotak skincare yang bakal gue simpan karena terlalu indah untuk dibuang :(
Selain kotaknya yang super cute, desain kemasan botolnya nggak kalah gemas! Kayaknya kemasan sunscreen paling unik yang ada di pasaran gak, sih? Bentuk botolnya oval seperti telur berwarna putih terbuat dari plastik kokoh dengan aksen warna hitam dan baby pink. Dulu sempat ada yang bilang kemasannya mirip banget sama Chanel La Creme Main Hand Cream. Ehm emang sama banget, sih. Tapi sepertinya sekarang ini kalau urusan kemasan, emang udah agak susah untuk menghindari kemiripan dengan produk dari brand lain, gak, sih? Karena pada dasarnya ketika brand mau bikin kemasan emang tinggal pilih aja kemasan yang tersedia di pabrik. Tinggal warna, desain, dan materialnya aja yang diubah. Kalau mau bener-bener bikin desain kemasannya dari nol, gue yakin harga produknya bakalan mahal banget seperti produk-produk high-end brand. Lagipula produknya beda kok, jadi susah juga kalau dibilang plagiat. Desain kemasannya juga nggak ada hak paten, jadi ya sah-sah aja kalau brand mau pakai desain kemasan tertentu. Ini menurut pendapat gue yah, karena sering banget baca-baca cerita brand owner soal pembuatan kemasan produk. So, I'm not gonna complaining at all sama kemiripan kemasannya dengan produk dari brand lain, selama nggak mengganggu pengalaman selama memakai produk dan isi produknya tetap terjaga dengan baik.
Oke balik lagi ke kemasan botol sunscreen yang cute banget ini, yaa. Tutupnya model ulir biasa, dan di bagian body-nya agak empuk gitu jadi mudah untuk dipencet sehingga produknya mudah untuk dikeluarkan. Kemasan bulat ini dapat menampung isi produk sebanyak 50gr. Ukuran segini terbilang banyak untuk produk sunscreen yang biasanya isinya hanya 30gr. Bagian depannya terdapat nama produk dan di belakangnya ada penjelasan cara pemakaian produk. Overall nggak ada masalah sama sekali sama kemasan botolnya. Terlebih aesthetic banget jadi gampang difotonya hihi super suka!
FORMULA
Teksturnya terbilang thick untuk ukuran chemical sunscreen, namun mudah sekali dibaurkan layaknya produk bertekstur lotion. Berwarna putih tanpa ada wewangian sama sekali. Di kulit sih emang terasa banget kalau lagi pakai sunscreen, tapi nggak bikin efek gerah di wajah. Nggak meninggalkan whitecast dan pilling sama sekali. Benar-benar nyaman banget gue sukak!
Sunscreen ini memiliki beberapa key ingredients di antaranya ada Glycerin (menghidrasi dan melembapkan kulit), Feverfew Extract & Matricaria (Chamomile) Extract (menenangkan kulit), Vitamin C (menetralkan kulit dari radikal bebas, mencerahkan kulit), Allantoin (menenangkan kulit yang iritasi), Appe Extract (antioksidan yang dapat membuat kulit tampak lebih sehat), dan Resveratol (melindungi lapisan luar kulit). Agak kaget ternyata produk ini mengandung alkohol, padahal selama gue pakai produk ini nggak terasa ada alkoholnya sama sekali. Mungkin karena kandungan lainnya fokus pada menghidrasi dan melembapkan kulit, dan kandungan alkohol memang biasanya digunakan supaya tekstur produknya jadi mudah menempel pada kulit.
ULASAN
Satu hal yang pasti, gue seneng banget sunscreen ini nggak ada kandungan pewangi. Yah emang semua skincare Rose All Day di gue selalu cocok sih karena sepertinya mereka menghindari kandungan-kandungan yang dapat mengiritasi kulit sensitif. Selain itu Rose All Day Don't Forget Sunscreen ini juga terbilang cepat sekali meresap ke kulit, dan memberikan efek kulit terlihat sehat dan glowing tanpa meninggalkan white cast.
Satu kekurangan yang sedikit mengganggu hanya satu, yaitu bikin mata gue perih. Apalagi gue orangnya gampang berkeringat, jadi ketika keringatnya kena mata, perihnya bukan main wkwk. Bahkan ketika gue nggak berkeringat, karena gue pakai sunscreen sampai ke mata, jadinya mata gue ikutan perih. Walau demikian, makin ke sini sepertinya mata gue sudah mulai terbiasa, jadi jarang terasa perih gitu.
Yang bikin gue suka juga, ketika produk ini ditimpa dengan makeup, complexion gue jadi terlihat bagus layaknya habis pakai primer. Ketika harus re-apply pun kulit gue nggak terasa demek, masih nyaman aja dipakainya.
Lalu bagaimana kinerja sunscreen ini di kulit berminyak? Well, gue bisa bilang kalau sunscreen ini bikin kulit gue makin berminyak setelah beberapa jam, terutama ketika mau re-apply. Makanya gue selalu bilas wajah gue pakai air sebelum re-apply supaya sunscreen-nya lebih nempel. Bisa diatasi juga dengan memakai bedak setelahnya. Gue sendiri sebenarnya nggak bermasalah kalau kulit gue kelihatan berminyak karena bisa di-blot pakai tisu atau blotting paper. Yah lagian resiko juga kalau pakai chemical sunscreen, hal ini sudah pasti akan terjadi hahaha.
SIMPULAN
Gue bisa bilang, akhirnya nemu sunscreen cruelty-free yang cocok sama gue! Selama ini gue pakai yang nggak cruelty-free karena belum nemu yang cocok. Sering banget nemu sunscreen yang cruelty-free tapi nggak nyaman di kulit, bikin komedoan, atau bahkan jerawatan. Memang, nyari sunscreen yang cocok itu agak tricky mengingat formulasinya yang benar-benar berbeda di tiap brand. Pencarian sunscreen yang cocok bisa lama banget, ujung-ujungnya gue jadi beli sunscreen yang nggak cruelty-free, yang sebelumnya udah cocok banget sama kulit gue hikss. Makanya gue seneng banget pas nemu ada sunscreen cruelty-free yang cocok, dari local brand pula! <3
Kalau dari segi harga memang agak kurang pas sama budget gue. Karena gue sendiri biasanya membatasi budget sunscreen di bawah Rp 100.000, mengingat produk ini salah satu yang paling cepat habisnya sehingga harus dibeli berulang-ulang dalam kurun waktu yang singkat. Tapi untuk saat ini sepertinya akan repurchase Rose All Day Don't Forget Sunscreen dulu, kalau nanti gue nemu yang lebih affordable dan cruelty-free akan gue kabarin! Hihihi.
Terima kasih banyak sudah baca sampai habis, see you on my next post! ❤