Review Skin Game Theory of Everything Essence

Review Skin Game Theory of Everything Essence


Jujur aja gue baru tertarik untuk mencoba Skin Game Theory of Everything Essence ketika mereka mengganti kemasannya hahaha. Lebih terlihat menarik dan supaya tau juga isi produknya seberapa kalau sudah mau habis wkwk. Kebetulan juga essence yang biasa gue pakai lagi habis, jadi memutuskan untuk mencoba produk ini mengingat harganya yang terjangkau dengan ingredients sederhana. Seperti biasaa sudah gue pakai sampai habis, jadi langsung aja yah baca ulasan lengkapnya di bawah.


SKIN GAME THEORY OF EVERYTHING ESSENCE


deskripsi:

Membantu melembapkan, membantu mencerahkan noda hitam pada wajah, dan membantu meredakan kulit yang kemerahan.


cara pakai:

Aplikasikan Theory of Everything ke wajah yang sudah dibersihkan. Tepuk-tepuk hingga meresap. Dapat digunakan pada pagi ataupun malam hari. PRO TIP: bisa digunakan sebelum aplikasi makeup.


komposisi:

Aqua, Butylene Glycol, Niacinamide, Cystoseira Tamariscifolia Extract, Centella Asiatica, Phenoxyethanol, Sodium Hyaluronate, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Allantoin, Hydroxypropyl Methylcellulose.


harga & tempat beli:

Rp 148.000 di berbagai e-commerce (gue beli di sini)


KEMASAN

Seperti yang sudah gue sebutkan sebelumnya, Skin Game Theory of Everything Essence yang gue review menggunakan desain kemasan yang baru. Nggak ada dus bawaan, hanya botolnya saja yang tersegel plastik ketika baru dibeli. Terbuat dari botol plastik transparan dengan tutup ulir berwarna silver. Sepertinya warna silver jadi warna khas Skin Game pada kemasan produk-produknya. Layaknya Skin Game Acne Warrior yang sudah pernah gue ulas sebelumnya.

baca juga: Review Skin Game Acne Warrior




Walau tanpa dus, botolnya ini sudah cukup memberikan informasi seputar produknya secara lengkap seperti deskripsi produk, cara pakai, sampai komposisi produknya. Deskripsinya pun to the point banget, gue sukaa! Ukurannya pas aja isinya 100ml, dengan PAO 6 bulan aja yah. Nggak ada pump, dan bibir botolnya cukup besar jadi kadang-kadang gue suka ngeluarin isi produknya kebanyakan huhu. 

Secara keseluruhan gue suka banget sama konsep kemasan produk Skin Game yang rata-rata sederhana dan to the point sesuai fungsi dari masing-masing produknya, termasuk kemasan Theory of Everyting Essence ini. Pun bila dirasa ada yang perlu dikoreksi, mungkin gue berharap di produk ini mereka akan pakai pump ke depannya. Supaya ngeluarin produknya nggak kebanyakan, terutama untuk warga yang tidak memiliki self control seperti gue huahahaha.


FORMULA

Teksturnya kental berwarna bening sedikittt kekuningan, dengan samar-samar tercium aroma bunga yang calming banget. Walau teksturnya kental dia cepat meresap ke kulit. Gue suka banget sih sama tekstur essence yang seperti ini, ringan namun tetap menghidrasi kulit dengan baik.

Bisa kalian lihat sendiri untuk komposisinya produk ini bener-bener simple banget. Terdapat kandungan utama berupa Niacinamide, Centella Asiatica, Licorice Extract, dan Allantoin yang dapat membantu melembapkan kulit, menenangkan kulit, dan mencerahkan kulit. Gue paham kalau banyak yang bosen banget sama kandungan Niacinamide hahaha tapi gue sendiri sih emang kulitnya suka banget sama kandungan ini. Terlebih ada Centella Asiatica juga yang jadi makin pengen coba.


ULASAN

Alasan beli Skin Game Theory of Everything Essence untuk menggantikan COSRX Hyaluronic Acid Hydra Power Essence gue yang waktu itu lagi habis di mana-mana. Ditambah kondisi kulit gue belakangan ini lagi sering banget breakout, jadi makin pengen nyobain produk ini mengingat klaim dan kandungan utamanya berfokus untuk menenangkan kulit yang meradang.



Rasanya ketika pakai produk ini, di kulit gue tentunya jadi terasa lebih menghidrasi. Karena essence ini terbilang ringan, jadi akan cocok di kulit berminyak dan bisa dipakai di pagi maupun malam hari. Produk ini juga mampu menenangkan kulit gue yang kadang gatal akibat jerawat yang meradang. Tapi untuk menghilangkan jerawat, gue merasa perlu produk tambahan, ya. Gue nggak kecewa, sih, mengingat niat gue membeli produk ini adalah untuk membantu menghidrasi kulit gue selama gue perwatan menggunakan retinol. Karena itu, menurut gue, produk ini dapat menjalankan "tugas"-nya dengan baik sebagai essence yang gue mau. Kulit jadi lebih plump, cerah, dan glowing!

Satu-satunya hal yang gue keluhkan dari produk ini adalah hanya di kemasannya yang nggak pakai pump. Jujur, pemakaian produk jadi boros banget. Sering banget isi produknya keluar terlalu banyak sehingga produk jadi cepat habis. Kalau dibandingkan dengan essence-nya COSRX, dengan banyak isi produk yang sama, gue bisa menghabiskan produknya selama kurang lebih 3-4 bulan. Sedangkan essence-nya Skin Game, gue bisa ngabisin satu setengah bulan.


SIMPULAN

Jujur banget nih gue pengennn banget repurchase karena gue beneran sesuka itu sama essence ini. Bisa ngebantu menghidrasi, melembapkan, bahkan mencerahkan kulit gue. Apalagi harganya tergolong sangat terjangkau dengan komposisi yang menyenangkan untuk kulit sensitif gue. Hanya saja, gue jadi mikir beberapa kali untuk repurchase karena gue ngerasa boros pakai produk ini hehe. I know, gue selalu begitu. Mau harganya berapapun, kualitas sebagus apapun, pasti gue akan komplain soal kemasan hahaha. Tapi yah gimana ges yak, sebagai sobat hemat hal mendetail soal kemasan aja bisa diperhitungkan :') semoga paham yach.

Tapi kalau kalian nggak peduli dengan tidak adanya pump, mau beli skincare berulang-ulang dalam waktu dekat, tentunya gue sangat sangatttt merekomendasikan produk ini. Karena dari kualitas nggak perlu diragukan lagi, bener-bener cocok di kulit gue yang berminyak, sensitif, dan acne prone ini.

Post a Comment

Instagram

magellanictivity. Theme by STS.