16/03/2022
Masih dalam perjalanan gue mencari pelembap yang cocok untuk kulitku hihihi. Sebetulnya Rose All Day 24-Hour Hydro Surge Moisturizer ini sudah sempat gue sebutkan di postingan 2021 Skincare Favorites, tapi di sana gue berjanji untuk bikin postingan terpisah untuk membahas produk ini lebih lengkap lagi. Sekarang produknya sudah gue habiskan dalam kurang lebih tiga bulanan, pastinya udah lebih dari cukup buat gue untuk mengulas produk ini sekarang π.
baca juga: 2021 Skincare Favorites
deskripsi:
A water-based & lightweight gel cream that keeps your skin drenched with hydration for 24 hours, while soothing angry skin and brightening skin appearance. The unique water-gel formula absorbs quickly, like a gel, but has the long-lasting, intense moisturizing power of a cream.
cara pakai:
Glide evenly on your face and neck area after using The Big Calm Soothing Serum both at AM and PM. Gently massage in upward strokes and circular motions and say “Hello” to quenched skin!
komposisi:
Water, Glycerin, Calendula Officinalis Flower Extract, Niacinamide, Propanediol, 1,2-Hexanediol, Pentylene Glycol, Caprylic/Capric Triglyceride, Glyceryl Acrylate/Acrylic Acid Copolymer, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Allantoin, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Tromethamine, Sodium Hyaluronate, Adenosine, Ethylhexylglycerin, Sodium Phytate, Melia Azadirachta Leaf Extract, Butylene Glycol, Melia Azadirachta Flower Extract, Octanediol, Coccinia Indica Fruit Extract, Solanum Melongena (Eggplant) Fruit Extract, Aloe Barbadensis Flower Extract, Cocos Nucifera (Coconut) Fruit Extract, Ocimum Sanctum Leaf Extract, Curcuma Longa (Turmeric) Root Extract, Corallina Officinalis Extract, Tocopherol, Beta Vulgaris (Beet) Root Extract, Palmitoyl Hexapeptide-12
harga & tempat beli:
Rp 175.000 di berbagai e-commerce serta website resmi Rose All Day.
KEMASAN
Seperti biasa, kotaknya didominasi dengan warna baby pink dan sedikit ada sentuhan warna lilac serta tulisan berwarna putih. Gue selalu salut dengan Rose All Day yang nggak males menyertai deskripsi produk, klaim-klaimnya, komposisi, hingga cara pakainya. Ditambah kali ini mereka menggunakan bahasa Indonesia di kemasannya, tentunya hal ini akan memudahkan pengguna ketika ingin mengetahui informasi seputar produknya. Oh iya kalian juga bisa dapatkan informasi tersebut secara lengkap di website resmi mereka, ya.
Botolnya terbuat dari gelas kaca yang super tebal dan dapat menampung produk sebanyak 48gr. Emang rasanya luxurious banget ketika digenggam karena lumayan berat. Hanya saja hal tersebut membuat produk ini jadi nggak travel friendly, pasti berat dan takut pecah. Tapi untuk manusia slebor sepertiku, botolnya ini pernah jatuh dan alhamdulillah nggak pecah. Hmm tapi nggak terlalu jauh, sih, jatuhnya hehehe. Terdapat nama produk dan key ingredients di bagian body-nya, dan disertai pump yang terasa kokoh banget. Gue suka sih sama pump-nya, karena dia nggak mengeluarkan terlalu banyak produk dalam satu kali pompa. Jadi kita bisa kontrol sendiri berapa banyak produk yang kita butuhkan. Selain itu, botol pompa seperti ini akan higienis banget karena isi produknya benar-benar terlindungi dari udara luar.
Warna botolnya mirip seperti warna kotaknya, gradasi baby pink dan putih. Awalnya gue kira botolnya ini menggunakan solid color aja, ternyata bagian bawahnya yang berwarna putih itu sebenarnya transparan. Jadi kita tetap bisa melihat isi produknya ketika sudah mau habis. Jujur waktu itu gue panik banget nggak bisa melihat isi produknya, menerka-nerka pelembap ini udah mau habis atau belum hahaha. Ternyata bagian bawahnya transparan, jadi aman banget buat ngingetin kalo produknya udah mau habis. Nice touch, Rose All Day! π
Satu hal yang bisa gue kritik adalah, ketika produknya udah mau habis, kita nggak bisa ngambil isi produknya sampai tetes terakhir akibat materialnya yang terbuat dari kaca. Susah banget dipompa, apalagi kemasannya nggak bisa digunting untuk meraih produk yang ada di dasar botol. Gengges, sih, tapi yaudahlah haha. Mungkin, Rose All Day ada kepikiran untuk bikin kemasannya jadi tube yang disertai pump?? π
FORMULA
Sesuai deskripsi, teksturnya berupa gel tapi lebih thick dari gel, makanya mereka menyebutnya sebagai gel cream. Warnanya putih dan sedikit transparan. Nggak ada aroma sekali, mudah dibaurkan dan cepat meresap ke kulit. Nggak ada kandungan pewangi maupun alkohol, yang mana kulit gue jadi cinta banget sama produk ini hahaha.
Kandungan utama di dalam produk ini antara lain:
3% Calendula Extract: Memberi hidrasi ekstra pada kulit, menenangkan kulit, dan sebagai anti inflamasi.
2% Niacinamide: ingredient kecintaan kita semua hahaha. Selain dapat mencerahkan kulit, Niacinamide juga bisa memberikan kelembapan, memperbaiki tekstur kulit, merawat skin barrier, mengurangi kerutan, dan meratakan warna kulit.
0.3% Allantoin: Menenangkan iritasi pada kulit.
0.1% Hyaluronic Acid + 4% Glycerin: Membantu memberi kelembapan dan hidrasi pada kulit.
0.1% Adenosine: Sebagai anti-aging yang dapat mengencangkan kulit, menghaluskan kulit, dan mengurangi kerutan pada kulit.
ULASAN
Ketika gue pakai Rose All Day 24-Hour Hydro Surge Moisturizer ini, gue juga memakai Rose All Day The Big Calm Serum secara bersamaan. Gue pakainya saat pagi dan malam hari. Kondisi kulit gue saat itu lagi breakout lumayan parah, kemungkinan penyebabnya karena hormonal. Semua produk skincare yang gue pakai saat itu terfokus pada hidrasi aja. Karena memang cara gue mengatasi breakout adalah dengan hanya menggunakan produk menghidrasi dan menenangkan.
Yang gue rasakan sih, produk ini memang menenangkan kulit gue, tapi nggak ngebantu mengurangi jerawat juga. Hanya mengurangi rasa gatal dari jerawat yang meradang. Gue ngerasa yang bikin jerawat gue jadi lebih cepat reda itu karena si serumnya (yang akan gue bahas di postingan terpisah). Gue sih nggak berharap pelembap ini bisa mengurangi jerawat, karena emang nggak ada kandungan yang bisa ngebantu untuk ngilangin jerawat juga, kan. Tapi, yang bikin gue suka dengan produk ini adalah, dia nggak memberi efek negatif apapun untuk kulit gue. Wajah gue jadi terlihat glowing, cerah, plumpy, dan terlihat lebih sehat. Daya melembapkannya juga cukup oke padahal rasanya ringan banget di kulit.
SIMPULAN
Produk ini masuk ke produk skincare favorit gue di tahun 2021 kemarin, ya tentu gue sangat merekomendasikan Rose All Day 24-Hour Hydro Surge Moisturizer ini. Apalagi untuk kalian yang kulitnya berminyak dan kesulitan untuk menemukan produk pelembap seperti diriku ini. Karena emang ringan dan terasa melembapkan, tanpa ngasih efek buruk di kulit gue. Kulit gue jadi lebih plump, terhidrasi, dan kelihatan sehat aja gitu kalau bercermin hahaha. Tapi karena produk ini basic skincare, jadi jangan berekspektasi lebih aja, sih. Karena di gue nggak terlalu berpengaruh untuk mengurangi jerawat (which is fine). Mungkin yah, kalau gue menggunakan satu rangkaian The Calming Series-nya, sepertinya hasilnya akan lebih optimal. Gue belum coba Electrolyte Sleeping Mask-nya, sih. Ada rencana mau coba juga, kalau udah gue cobain nanti akan gue kabarin yah hihi.
12/03/2022
Esqa, salah satu local beauty brand favoritku, waktu itu merilis Flawless Liquid Concealer yang terlihat menarik banget karena isinya banyak (warga hemat mari merapat), coverage mantap, dan kemasan mewah hahaha. Tapi karena concealer gue saat itu masih banyak, jadi gue mengurungkan niat untuk langsung membeli. Selain itu koleksi warnanya juga terlihat terlalu terang untuk kulit gue. Akhirnya November 2021 lalu Esqa udah menambahkan koleksi warnanya menjadi 10 warna. Gokil gaksie 10 warnaaaa!! Gue sendiri sebelumnya udah pernah beli yang warna tergelapnya, buat dandanin abang gue demi keperluan photoshoot. Saat itu sih gue langsung jatuh hati dengan teksturnya, makanya akhir tahun kemarin memutuskan untuk membeli warna yang sesuai dengan warna kulit gue supaya bisa cobain sendiri.
deskripsi:
Long-wearing, full coverage, blend-able, and crease-proof formula that smooths and blurs the skin. This liquid concealer wonβt flake or crease, it will cover and brighten your dark circles making your under eyes look smoother! It can also be used to conceal blemishes, dark spots, and reduce redness on your skin.
cara pakai:
- Apply concealer directly onto your dark circles or any imperfections, blend out using your finger, brush or beauty blender
- Use it on eyelids as a shadow primer for a lasting look
komposisi:
Aqua, Cyclopentasiloxane, Titanium Dioxide, Synthetic Fluorphlogopite, Cetyl Ethylhexanoate, Glycerin, Trimethylsiloxysilicate, Lauryl PEG-10 Tris(Trimethylsiloxy)silylethyl Dimethicone, Diisostearyl Malate, Methyl Trimethicone, Butylene Glycol, Pentylene Glycol, Polypropylsilsesquioxane, PEG-10 Dimethicone, Disteardimonium Hectorite, Magnesium Sulfate, Triethoxycaprylylsilane, Phenoxyethanol, Nylon-12, C30-45 Alkyldimethylsilyl Polypropylsilsesquioxane, Aluminum Hydroxide, Cetearyl Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Betaine, Ethylhexylglycerin, Disodium EDTA, 1,2-Hexanediol, Allantoin, Caffeine, Tocopherol
May Contain: CI 77492, CI 77491, CI 77499
harga & tempat beli:
Rp 165.000 di berbagai e-commerce serta website resmi Esqa Cosmetics.
KEMASAN
Disertai kotak berwarna emas, ciri khas kemasan Esqa pada umumnya. Memberi kesan mewah dan elegan, I love it. Di kotaknya tertulis komposisi produk dan keterangan warna aja. Tapi kalau kalian mau lihat detail produknya lebih banyak, kalian bisa mampir ke website resminya Esqa yang menurut gue informasinya udah lengkap banget.
Botolnya gendut banget untuk sebuah produk concealer, nggak heran karena isinya ada 15ml, setengah ukuran umum dari satu botol foundation. Jujur ini adalah salah satu alasan gue pengen banget beli concealer ini, isi banyak jadi hemat wahahha. Nah, kalau dilihat dari bentuk kemasannya, produk ini mengingatkan gue sama Tarte Shape Tape Concealer. Hanya berbeda pada desain tutupnya saja, seperti biasa untuk Esqa Flawless Liquid Concealer tutupnya berwarna emas sedangkan pada Tarte Shape Tape Concealer terdapat aksen pola tribal ciri khas Tarte Cosmetics.
Aplikatornya jumbo doe foot yang baru gue sadari, gue kurang suka dengan jenis aplikator ini. Ukurannya besar, tapi daya tampung produknya hanya sedikit. Gue perlu bolak-balik ngambil produk untuk keperluan menutup bekas jerawat di seluruh wajah. Gue mengalami hal yang sama ketika pakai BLP Face Concealer. Awalnya gue kira karena tekstur produknya yang padat. Ternyata, di tekstur yang lebih cair pun juga nggak bisa nge-hold produk banyak-banyak. Tapi hal ini nggak terlalu gue keluhkan, sih, walau tetap sepertinya gue prefer aplikator doe foot biasa aja heheh.
WARNA
Seperti yang sudah gue sebutkan di awal, koleksi warna Esqa Flawless Liquid Concealer ada 10 warna plus 4 warna color corrector. Kalau dilihat dari swatch-nya, warna concealer-nya terlihat cenderung terang. Tapi ternyata nggak juga, kok, masih tersedia warna-warna medium ke medium-tan. Gue sempat terkecoh sih ketika memilih warna, kebingungan antara warna Toffee dan Pancake. Keduanya mirip banget makanya beli dua-duanya wkwk. Eh pas dicoba ternyata emang sama, hanya beda di undertone. Pada warna Toffee memiliki olive undertone, sedangkan pada warna Pancake memiliki yellow undertone. Di gue sih sebetulnya lebih cocok pakai shade Pancake, tapi shade Toffee pun masih masuk banget di warna kulit gue yang medium-tan. Kalau kalian bingung juga untuk memilih warna yang tepat, menurut gue deskripsi warna yang ditulis Esqa udah sesuai banget, kok. Jadi percaya dari deskripsi warnanya aja, yah.
Gue nggak beli color corrector-nya karena saat beli ngerasa belum butuh. Tapi ketika menulis artikel ini membuat gue berpikiran untuk nyobain color corrector-nya mengingat bekas jerawat gue lumayan banyak hahaha. Ada 4 warna, yaitu shade Strawberry, Peach, Orange, dan Avocado.
Nah untuk teman-teman yang memiliki warna kulit gelap, mereka juga menyediakan warna Latte. Walau emang agak jauh ya jarak warna antara Toffee ke Latte, tapi menurut gue warna Latte udah oke lah untuk mewakili beberapa warna kulit gelap. Walau tetap terbilang kurang lengkap sih yaa, harusnya lebih diverse lagi. Tapi gue sendiri pakai shade Latte sebagai cream bronzer karena undertone-nya yang cenderung hangat. Tone-nya juga nggak terlalu gelap dan nggak terlalu terang jadi cocok banget lah unutk warna kulit gue.
FORMULA
Teksturnya terbilang cair bila dibandingkan dengan BLP Face Concealer. Tapi di kulit rasanya lumayan berat. Hmm.. nggak berat-berat banget, sih. Pokoknya masih terasa lah gitu di kulit kalau lagi pakai concealer. Nggak heran sih soalnya dia coverage-nya emang bagus banget, medium to full coverage. Maka itu gue sarankan pakainya dikit-dikit aja, jangan apply terlalu banyak supaya tetap terasa ringan di kulit. Dibaurinnya sih lumayan gampang, tapi harus cepat-cepat langsung dibaurin karena kalau udah nge-set akan sulit dibaurkan.
Walau coverage-nya terbilang bagus banget, tapi concealer ini belum mampu menutupi area hyperpigmentation yang udah mulai menggelap. Hal itu sebenarnya sudah biasa terjadi di jenis base makeup manapun, sih. Kalau untuk menutupi area kemerahan dan warna kulit yang nggak rata, Esqa Flawless Liquid Concealer sudah bisa menutupi area tersebut. Tapi kalau kondisi kulit kalian seperti gue yang memiliki banyak discoloration, mungkin bisa coba pakai color correction-nya terlebih dahulu. Bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kulitnya masing-masing, yah.
Hasil akhirnya lebih ke semi-matte finish, which I love! Tapi emang harus hati-hati pakainya bagi kalian manusia slebor sepertiku. Kalau pakainya kebanyakan, hasilnya bisa cakey. Hmm.. mungkin lebih tepatnya, masih kelihatan kalau kita lagi pakai makeup. Jadi nggak begitu natural. Tapii kalau kalian pakainya di-layer dikit-dikit, dia nggak akan cakey, kok. Tapi kalau udah terlanjur cakey, bisa disiasati dengan pakai setting spray atau face mist supaya makeup-nya bisa lebih menyatu ke kulit.
ULASAN
Kebetulan gue nyobain produk ini ketika di rumah aja, tapi rumah gue nggak pakai AC dan guenya gampang keringetan. Jenis kulit gue berminyak, jadi bisa dibayangkan ya gimana makeup bisa bertahan di kulit gue lol. Yep, kalau udah keringetan, lebih baik dilap-nya jangan bernafsu hahaha. Pasti transfer dan concealer-nya pudar. Apalagi kalau dipakai untuk wudhu, sudah pasti langsung luntur. Jadi gue pribadi pakai produk ini hanya untuk keperluan bikin konten makeup look dan acara khusus aja, di mana pakainya nggak lama-lama mengingat kondisi tubuh gue yang gampang berkeringat. Tapi buat kalian yang kegiatannya lebih sering kena AC, nggak gampang keringetan, menurut gue Esqa Flawless Liquid Concealer ini bakalan tahan seharian. Atau mungkiin bisa diatasi juga dengan menggunakan primer sebelumnya dan setting spray setelahnya supaya makeup-nya lebih tahan lama.
Gue juga suka pakai concelaer ini sebagai eyeshadow base setiap mau bikin makeup look. Kalau kalian follow gue di Instagram, tahu lah yah, look seperti apa yang biasa gue bikin hihi. Biasanya gue pakai warna Pancake karena warnanya sedikit lebih terang dari tiga warna yang gue punya. Kurang terang sih kalau dipakai sebagai eyeshadow base, tapi sejauh ini kinerjanya udah cukup oke sih untuk bikin warna eyeshadow jadi lebih mentereng. Nggak mengganggu formulasi eyeshadow-nya juga, tetap mudah dibaurkan bahkan warnanya bisa di-build terus-terusan. Soalnya kadang-kadang, di beberapa concealer yang pernah gue coba pakai sebagai eyeshadow base, warnanya eyeshadow jadi nggak bisa di-build karena concealer-nya udah nge-set. Nah, hal itu nggak terjadi ketika gue pakai Esqa Flawless Liquid Concealer.
SIMPULAN
Secara keseluruhan Esqa Flawless Liquid Concealer ini udah bagus banget untuk standar gue. Medium to high coverage, mudah dibaurkan, koleksi warna lumayan lengkap, cocok dipakai untuk glam dan natural look, dengan kemasan yang terasa mewah sekali. Terbilang tahan lama, walau gue pribadi kurang suka pakai produk ini untuk makeup sehari-hari. Lebih suka dipakai untuk bikin makeup look di Instagram yang super heboh hahah karena emang bagus banget sih untuk foto-foto. Terlebih produk ini juga bisa dipakai sebagai eyeshadow base. Pokoknya gue suka banget, deh! Harganya emang kerasa mahal, ya. Tapi sebenarnya worth it banget mengingat isinya yang banyak dibandingkan concealer pada umumnya, jadi bakalan awet dah tuh nggak habis-habis hahaha.
Next harus cobain concealer apa lagi, ya?
08/03/2022
Sebetulnya gue bukan tipe orang yang suka banget sama cream blush karena untuk membaurkan produknya cukup memakan waktu yang lama bila dibandingkan dengan powder blush. Tapi belakangan malah jadi suka banget pakai cream blush khususnya untuk makeup sehari-hari, karena hasilnya yang natural banget. Tapi biasanya cream blush itu formulanya terlalu berminyak untuk tipe kulit gue yang juga berminyak, karena makeup jadi nggak awet alias mudah luntur. Nahh akhir Januari kemarin gue dikirimin Liquid Love-nya Roes Cosmetics dan gue cinta mati sama formulanya yang cocok untuk kulit gue.
deskripsi:
Infused with Hyaluronic Acid, Liquid Love is a liquid-to-satin blush that gives you an effortless, skin-like flush of color in just one pump.
Liquid Love is formulated with the cleanest ingredients. Vegan and cruelty-free goodness wrapped inside sustainable packaging to benefit both you and the earth! We designed this product to suit every skin tone and type under the sun. Whether you're dry, oily or anything in between, Liquid Love gives you long-lasting, pigmented and transfer-proof magic without needing to be set!
Inspired by the Joie de vivre, once dry, our formula is here to accompany you on all your adventures of life. Laugh, cry, run, swim or jump - we are not going anywhere.
Liquid Love - made with love, and made to last.
cara pakai:
For best results, pump Liquid Love onto the back of your hand and blend in with your fingers, a beauty sponge or brush, just remember to tap don't swipe!
Liquid Love can be used on both fresh dewy skin or matte/powdered skin without disrupting the makeup underneath and may also be used for your cheeks, lips and eyes!
komposisi:
Water, Cyclopentasiloxane, Methyl Trimethicone, PEG-10 Dimethicone, Glycerin, Neopentyl Glycol Diheptanoate, Trimethylsiloxysilicate, Pentylene Glycol, Dicaprylyl Carbonate, Titanium Dioxide, Disteardimonium Hectorite, Vinyl Dimethicone/Methicone Silsesquioxane Crosspolymer, Sorbitan Isostearate, Magnesium Sulfate, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Silica, Phenoxyethanol, Triethoxycaprylylsilane, Ethylhexylglycerin, Aluminum Hydroxide, Disodium EDTA, Tocopherol, Sodium Hyaluronate.
May Contain: CI 77019, CI 77491, CI 15850, CI 19140, CI 77492, CI 42090, CI 77491, CI 77499
harga & tempat beli:
Rp 229.000 di website resmi Roes Cosmetics
TENTANG BRAND
Gue sendiri baru tau tentang brand Roes Cosmetics (dibaca ROH-Z). Mereka adalah local indie brand yang terbilang baru banget hadir di beauty industry Indonesia. I'm sooo happy to see this brand karena prinsip mereka yang ingin menghadirkan ethical beauty brand. Nggak hanya dari segi formulasi yang sudah halal, vegan, dan cruelty-free, mereka juga menggunakan kemasan yang ramah lingkungan. Selain itu mereka menghindari bubble wrap untuk pengemasan produknya ketika akan dikirimkan ke konsumen. Walau demikian produk tetap aman selama perjalanan ke rumah kita karena mereka menggunakan kertas bekas yang sudah dihancurkan untuk melindungi produknya. Mereka juga menghindari penggunaan kandungan yang terlalu harsh sehingga akan cocok di kulit sensitif sekalipun.
KEMASAN
Kemasannya hadir dengan kotak berwarna putih beserta aksen berwarna oranye yang reflektif. I love this simple yet chic packaging. Di kotaknya terdapat deskripsi, komposisi, serta nama warna produknya. Kalau merasa informasi seputar isi produknya kurang, kalian bisa mengunjungi website resmi mereka yang menurut gue informasinya udah lengkap banget. Gue paling suka kalau local brand punya website yang informatif dan mudah diakses, supaya nggak perlu ngubek-ngubek akun media sosial mereka yang kadang-kadang infonya nggak lengkap.
Nah kalau botolnya sendiri berwarna oranye dengan aksen kuning pucat, model botolnya seperti squeeze tube tapi di dalamnya ada pump untuk mengeluarkan isi produknya. Kadang-kadang kemasan seperti ini akan susah ngeluarin isi produknya karena cara kerjanya yang harus mengeluarkan udara di dalam tube-nya dulu, baru isi produknya keluar. Tapi selama ini gue nggak ada masalah kok ketika mengeluarkan isi produknya. Bener-bener gampang dan jadi lebih higienis juga, karena nggak perlu bolak-balik colek isi produknya.
Hal yang unik juga dari kemasan ini adalah, ternyata bahan tube-nya terbuat dari sugarcane atau tebu, dan untuk tutup dan pump-nya terbuat dari plastik hasil daur ulang. Appreciate banget sama Roes Cosmetics yang memperhatikan bahan kemasannya sampai sampai sedetail itu! Kalau seperti ini kan, sebagai pengguna makeup yang selalu ngerasa berdosa kalau buang kemasan makeup jadi lebih lega dan tenang pakainya hihi.
WARNA
Mereka menyediakan 3 warna untuk produk Liquid Love ini, yaitu Warmth (true coral), Vitality (petal pink), dan Radiance (dusty mauve). Jujur banget nih gue sukaaa banget sama ketiga warnanya. Nggak ada yang off dan pasti akan terpakai di berbagai jenis kulit. Bahkan ketiga warnanya cocok banget di warna kulit gue. Tapi kalau ditanya satu warna yang paling favorit, gue akan pilih warna Radiance karena warnanya sama banget kayak warna kulit gue ketika lagi blushing. Warna pink mauve selalu jadi pilihan utama gue sih untuk urusan blush hihi. Dua warna lainnya gue juga suka, tapi bukan warna andalan gue aja untuk sehari-hari.
FORMULA
Teksturnya fluid gitu, keliatan padat tapi ketika dibaurkan jadi lebih cair-creamy. Pigmentasinya oke banget dan mudah dibaurkan. Pakainya sedikit aja udah cukup banget untuk kedua pipi. Gue sendiri pakainya seperempat pump udah cukup sih. Pernah nyoba pakai satu pump ternyata kebanyakan banget wahaha.
Sebetulnya produk ini bisa dibaurkan menggunakan jari, tapi gue lebih suka ngebaurinnya pakai spons atau brush supaya lebih rapi. Gue menyarankan kalian untuk pakai liquid blush ini sebelum pakai bedak atau setelah pakai foundation/concealer, ya. Soalnya kalau sudah pakai bedak, foundation dan bedak yang sudah diaplikasikan akan luntur lalu warna blush-nya jadi patchy.
Hasil akhirnya tergantung pemakaian. Kalau mau hasil akhir matte bisa ditimpa dengan bedak translucent setelahnya. Kalau mau natural skin-like finish, bisa skip step penggunaan bedak. Yep, nggak dewy, ya. Kalau mau dewy finish bisa diakalin dengan penggunaan skincare berupa face oil atau primer yang memberikan efek dewy pada kulit. Jadi emang fleksibel banget, sih, produk ini. Hasil akhirnya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing ❤.
ULASAN
Sebulan terakhir sebetulnya gue nggak keluar rumah karena kondisi pandemi yang makin nggak stabil. Jadi gue nggak pernah coba pakai produk ini untuk bepergian. Hanya pakai di rumah, dengan keadaan rumah tanpa AC, cuaca normal, dan kondisi kulit gue yang berminyak. Gue sih bisa bilang produk ini cukup tahan lama, gue nggak merasa perlu retouch selama pemakaian kurang lebih 6 jam. Kulit gue nggak terasa greasy sama sekali dan makeup masih oke banget. Jadi bisa gue bilang produk ini memiliki ketahanan yang cukup oke, terlebih untuk pemakaian makeup sehari-hari. Kalau mau awet banget tinggal ditimpa lagi dengan powder blush yang warnanya serupa. Tentunya akan jadi liquid blush andalan yang baru setelah sebelumnya sudah nyaman pakai cream blush hahaha.
Roes Liquid Love ini sebenarnya nggak hanya bisa dipakai sebagai blush, tapi juga sebagai eyeshadow serta lipstick. Satu produk untuk semua hahaha. Hanya saja gue nggak sempat tes ketahanan produk ini di area mata dan bibir. Hanya mencoba di-swatch sebentar, dan menurut gue sih oke juga dipakai sebagai eyeshadow. Tapi karena jari tangan gue terlalu besar untuk ukuran mata gue yang kecil, jadi gue agak kesusahan ketika apply produk dan membaurkannya. Perlu diakalin dengan menggunakan kuas supaya hasilnya lebih persisi.
Nah, kalau untuk penggunaan di bibir gue nggak begitu suka, karena dia nggak full coverage untuk bibir gue yang gelap di area luar bibir bagian atas. Warnanya juga cenderung terang untuk selera gue yang suka sama warna lipstik gelap hehehe. Tapi kalau kalian suka sama lip product yang memilki sheer coverage dengan hasil akhir yang super natural, kalian bisa banget pakai produk ini di bibir. Apalagi kalau dipakai juga di pipi dan kelopak mata untuk mendapatkan monochromatic look, pasti akan cantik banget! π
SIMPULAN
Sebetulnya gue bukan pengguna cream atau liquid blush banget, tapi belakangan ini gue lagi suka pakai produk tersebut untuk makeup sehari-hari karena hasilnya yang natural di kulit. Selama ini udah suka banget pakai cream blush-nya Rose All Day, tapi karena jenis kulit gue berminyak, emang sepertinya lebih cocok pakainya liquid blush aja. Don't get me wrong, I looveee Rose All Day Eye Cheek You Pot SO MUCH. Tapi kedua produk itu emang nggak bisa dibandingin karena jenis produknya aja udah beda. Gue udah pernah coba liquid blush sebelumnya, tapi kurang sreg karena agak ribet pakainya gara-gara teksturnya yang terlalu cair. Plus kemasannya yang kurang pas dengan tekstur produknya yang cair banget jadi isi produknya gampang banget tumpah. Experience-nya kurang memuaskan, deh, walau produknya sendiri sih sebenarnya udah bagus banget.
Nah menurut gue, Liquid Love dari Roes Cosmetics ini udah pas banget dari segala sisi. Kemasannya berupa pump dengan ukuran yang mini jadi gampang untuk dibawa traveling. Apalagi material yang digunakan bener-bener ramah lingkungan. Lalu tekstur dan formulanya udah oke banget di kulit gue, koleksi warnanya pas untuk berbagai warna kulit, dan hasil akhir yang natural bikin produk ini cocok untuk digunakan sehari-hari. Sesuai namanya, sih, Liquid Love, bikin jatuh cintaπ