AADC2: Film Sekuel?

Halo! Udah lama nggak ngomongin film. Karenaaa memang sudah lama sekali gue nggak nonton film di bioskop. Tapi, entah tahun ini kok kerjaan gue jadi nonton film mulu setelah pulang KKN hahaha. Pernah ampe tiap minggu gue ke bioskop dekat kampus. Senangnya kampusku dekat dengan bioskop ~

WARNING: MUNGKIN MENGANDUNG SPOILER. BENTAR LAGI MELAHIRKAN.




Okeh. Sekarang mau ngomongin film Ada Apa dengan Cinta 2 yang sangatlah fenomenal karena sudah ditunggu penggemar setianya untuk hadir kembali di layar lebar. Termasuk gue. AADC 1 muncul ketika usia gue belum cukup untuk mengerti permasalahan Cinta dan Rangga. Hanya senang melihat persahabatan geng Cinta, Maura, Milly, Alya, dan Karmen. Bahkan dulu sampai main "AADC-AADC-an" sama teman-teman tetangga gue. Jadi kita memerankan masing-masing tokoh gitu. Lu tau gue jadi siapa? Gue jadi Karmen. Gue ga terima. Gue maunya jadi Cinta. Dulu gue nggak suka Karmen karena dia kulitnya gelap dan gak cantik (menurut standar kecantikan yang sudah ada, dulu gue termakan standar itu. Pffft.). Tapi, lama-lama gue merasa keren jadi Karmen karena dia keren tomboy jagoan bangetlah. Ehhh gedenye cantik bet seksi kece hahahhaa.

Jangan tersinggung, ya, mbak Adinia Wirasti, waktu itu aku masih kelas 2 SD.

Karmen yang dahulu. Sumber
Karmen yang sekarang. [sumber]

Semenjak kemunculan mini movie AADC dari Line, langsung ada euforia yang menggebu-gebu. Kepengen bisa lihat kelanjutan cerita Cinta dan Rangga. Kabar baik itu tiba-tiba saja muncul ketika mbak Mira Lesmana ngetwit "Kalo penonton Pendekar Tongkat Emas meledak, gw bikin deh AADC 2". Gokil. Langsung rame. Ga sabar ngeliat mas pangeran Nicholas Saputra kembali menjadi Rangga yang fenomenal itu.

Bahkan mas pangeran Nicholas Saputra ikutan kaget :))

Ketika film rilis, gue bingung mau nonton ama siapa. Maklum jomblo. Banyak yang jadwal liburnya beda ama gue. Eh kebetulan mau jalan ama Syifa hari Minggu. Langsung aja gue ajak dia nonton AADC2. Syifa pada dasarnya nggak suka nonton film, tapi dia suka AADC. Jadi, ya gitu. Asyik.

Selama film berlangsung gue melted berkali-kali ketika mas pangeran Rangga muncul, atau bahkan hanya sekadar suaranya saja yang sedang membacakan puisi-puisi indah buatan mas Aan Mansyur. Sumpah. Suaranya. Ya Allah, ciptaan-Mu, ya Allah :") Puisi-puisinya juga juara banget. Ga pernah gue nggak bilang "Aaawwwww" ketika puisi itu selesai dibacakan. Mantap, mas Aan Mansyur. Juara!

LOOK! FLANELNYA SAMA KEK PUNYA GUE HAHAHA #PentingGuys. [sumber]

Gue ngerasa film ini sangat segar untuk ditonton setelah 14 tahun dari film pertama. Semua karakter tentu saja berubah karena mereka sudah semakin dewasa. Banyak hal yang mereka lalui. Tapi ada sifat-sifat yang tidak berubah. Seperti Karmen yang masih galak, Milly yang masih suka lemot dan kudet, Maura yang cantik dan pintar, Cinta yang suka nyembunyiin perasaan (bahkan membohongi perasaannya sendiri), dan Rangga yang ketus dan suka menyendiri. Mungkin satu-satunya yang berubah banget itu Mamet, yang udah nggak planga-plongo kayak waktu dulu.

Jalan ceritanya sendiri, jujur saja, mudah ditebak. Kalo menurut gueee siihh bakal seru kalau Cinta digantungin lagi HAHAHAHA. Masih ada adegan airport dan ngejer-ngejer ke airport. Masih ada scene-scene ngabisin waktu bareng-bareng berdua saja dan antimainstream. Terus, gue nggak ngerasa kalau film ini sebagai sekuel, nggak ada nuansa sekuel gitu. Ya jelas sih karena udah lama banget jarak waktu antara yang pertama dan yang kedua. Mas Riri Riza sendiri bilang "rasanya lagi bikin film yang baru". Karena banyak hal-hal yang tidak diperlihatkan di adegan film tapi hanya diceritakan melalui dialog. Jadi yaaa kita main imajinasi juga apa yang terjadi sebelum cerita di film berlangsung.

Murka niye. [sumber]

Intinya, menurut gue, buat adek-adek yang belum nonton AADC1, tetep bisa ngikutin jalan ceritanya AADC2. Walau tetap lebih seru kalau nonton yang ke-1 dulu hahahah.

[INTERMEZZO] Yang pakai IndieHome, di saluran FLIK bulan ini lagi ada film AADC1, tuh. Kemaren sih udah 4 hari berturut-turut jam 10 malem nayangin film AADC1 hahah.

DUH MAS PANGERAN! [sumber]

Hal yang paling gue suka dari film ini (selain karena ada mas pangeran Nicholas Saputra) adalah banyaknya sisi Jogjakarta yang diperlihatkan. Pantainya, situs sejarah, cafe, bahkan seniman-seniman Jogja yang keren-keren. Seni dan sastra berasa banget dalam film ini. Lalu, yang paling bisa gue tangkep dari film ini adalah, puisi adalah cara menyatakan cinta yang paling elegan. YOOOOOOOOOTTTT. Gue bukan orang yang bisa mengerti puisi dengan mudah, tetapi gue hanya bisa menikmati dan merasakan puisi. Gue ngeliat di film ini puisi jadi kelihatan keren dan anak muda banget, nggak terlihat kuno. Gela. Tepuk tangan dong buat AADC2 ~

The casts. [sumber]

Oke gitu aja yang bisa gue sampaikan tentang film Ada Apa dengan Cinta 2. Ini berdasarkan opini, yaaa. Maaf kalau ada spoiler dikit-dikit. Dikit doang kok. Makanya buruan nonton. Dukung pilem-pilem Indonesia! :D

Selamat weekend! :)

2 comments

  1. Belum nonton :( pengen lihat, makasih ya infonya !

    coolcatj.blogspot.com

    ReplyDelete

Instagram

magellanictivity. Theme by STS.