Di jaman modern begini, gue sebenarnya jadi susah untuk percaya sama orang lain. Bahkan untuk membantu orang yang membutuhkan pun, sekarang harus hati-hati. Banyak kasus-kasus di berita yang berawal dari niat baik seseorang untuk membantu orang lain, eh ternyata orang yang dibantu itu malah melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan, yang merugikan si penolong. Kenapa, sih, sekarang orang jahat pun mengubah imejnya menjadi terlihat lebih innocent?
Tapi bukan hal begitu yang mau gue omongin saat ini. Gue mau cerita tentang pengalaman gue yang sesungguhnya jadi pertanyaan gue selama ini.
Waktu bulan November gue sama abang gue lagi makan di Okirobox MKG 3 sambil nunggu filem di bioskop mulai. Tau-tau ada orang yang ngehampirin gue ama abang gue ini, menanyakan "Do you speaking english?" ke gue. Gue agak kaget sih ya soalnya gapernah diajak ngobrol sama orang asing. Perawakannya sih kayak orang Indonesia, tapi dia ngakunya dari Filipina gitu, katanya dia ikut student exchange dan sekarang kuliah di UI. Dia bilang dia ikutan semacam komunitas pecinta anak (gue lupa namanya apa), dan dia lagi nyari dana gitu. Dananya dia cari dari jualan cookies buatan anak-anak yang mereka didik. Harganya ga mahal, sih. Pokoknya udah ngobrol banyak pake bahasa Inggris dan setengah-setengah bahasa Indonesia, akhirnya abang gue memutuskan untuk membeli karena itung-itung bantuin.
Terus beberapa hari kemudian gue ngeliat seseorang menawarkan hal yang sama, dengan manusia yang berbeda dari yang pernah ketemu ama gue di MKG waktu itu, berbicara bahasa Inggris, ke seseorang yang duduknya gak jauh dari tempat gue duduk di kampus gue. Orang yang ditawarin ngobrol-ngobrol terus akhirnya beli cookiesnya. Yaudahlah gue bodo amat tuh pas itu.
Kemudian barusan tadi ada orang yang ngakunya dari Filipina juga melakukan prosedur yang sama ke gue. Gue nanya, "Where is this community?", dan dia menjawab di Tanjung Priuk. Kemudian gue bilang, "I've seen someone like you before in the mall, and he selling cookies too and maybe from the same community. Are you all everywhere? I mean.. he said that this community is from UI but you just said that this community from Tanjung Priuk. Is it different or something?". Kemudian dia terlihat kebingungan untuk menjawab dan karena gue sambil denger lagu pake headset jadinya gue ga begitu nangkep dia bilang apa, pokoknya ga jelas deh. Yang gue tangkep dia bilang komunitasnya beda gitu. Kebetulan gue ga bawa uang banyak, jadi gue gabisa beli. Harganya ga mahal sih tapi gue penasaran sebenarnya mereka ini siapa sih? Kok sering banget? Kok selalu dari Filipina? Why there is no local people who sell it to everyone?
Kemudian dia basabasi ke gue dan flirty-flirty gak jelas dan dia pergi.
Gue cuman kepengen tahu, apakah ada di antara kalian yang mengalami hal yang sama? Pada curiga gak sih? Atau ada yang tau kebenaran dari komunitas ini? Kalo emang beneran ada, coba dong kasih tau websitenya atau apa gitu yang bikin gue percaya. Gue gaenak sebenarnya ngomong kayak gitu ke dia, tapi gue orangnya suka ga tahan kalo penasaran gitu, apalagi curiga hahahha.
Kalo ada yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan gue, tolong jawab di comment, ya! Serius deh gue pengen tau. Makasiiih :D
Post a Comment